Honor Dipotong, Tenaga K2 di Dewan Ngamuk, Begini Kata Sekwan

Kota Bima, Kahaba.- Tidak terima honor dipotong, tenaga K2 Sekretariat DPRD Kota Bima Ramli melampiaskan kemarahannya di ruang rapat kantor setempat, kemarin.

Tenaga K2 Ramli ngamuk di ruanga rapat DPRD Kota Bima. Foto: Armi Bolo (Facebook)

Kepada media ini Ramli bercerita, honor mereka sudah 3 bulan diberikan. Jika dihitung bulan Agustus, maka mereka belum menerima honor selama 4 bulan. Kemudian terdengar kabar jika honor mereka sudah dikirim ke masing – masing rekening. Namun saat ia mengecek rekeningnya, honor yang masuk hanya Rp 625 ribu saja.

“Honor saya sebulan itu Rp 725 Ribu, itu untuk ijazah SMA. Sementara honor tenaga K2 yang sarjana sebanyak 800 ribu,” sebutnya.

Karena ingin tahu kenapa honornya tidak dikirim utuh, Ramli menghadap sekretaris dewan (Sekwan). Lalu minta kebijakan dan rasa kasihan, tapi tidak diberikan. Diminta secara kekeluargaan juga, tapi tetap ada kebijakan.

“Saya kesal, makanya marah – marah. Karena ternyata tidak saya saja. Ada beberapa tenaga K2 juga yang bernasib sama. Sementara yang lainnya bisa dapat utuh selama 3 bulan,” sesalnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kota Bima Muhaimin menjelaskan, bahwa dirinya tidak memotong honor Ramli dan teman- temannya. Tapi menunda untuk sementara waktu, agar mereka bisa merubah diri.

“Mereka itu malas kerja. Makanya kita tunda pemberian honornya,” ucap Muhaimin usai menghadiri Upacara HUT RI ke-73 di Halaman Kantor Walikota Bima, Kamis (17/8).

Menurut dia, menunda honor mereka juga bagian dari bentuk pembinaannya. Sebab, dirinya sudah berulang kali menegur mereka agar tetap datang ke kantor dan bekerja seperti tenaga K2 dan tenaga honorer lain. Tapi tetap tidak ada perubahan.

“Harus dengan cara apa saya memberitahu mereka agar rajin bekerja. Makanya saya tunda dulu honor mereka, biar mereka sadar dan bisa memperbaiki diri. Jangan bekerja sesuka hati, kemudian minta honor yang sama dengan tenaga K2 dan tenaga honorer yang rajin ke kantor,” tegasnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *