Ratusan Gempa Susulan di Lombok Terus Terjadi, Tanggap Darurat Diintensifkan

Kota BIma, Kahaba.- Bantuan logistik terus disalurkan ke korban gempa di Lombok. Stok logistik mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi. Apalagi bantuan terus berdatangan dari berbagai pihak. Adanya gempa 6,9 SR, Minggu (19/8) kemarin telah menyebabkan beberapa jalan mengalami rusak dan longsor.

Salah satu dampak gempa 6,9 SR yang mengguncang Lombok dan Sumbawa, Minggu malam. Foto Dok. BNPB

Sementara itu, dampak gempa 6,5 SR yang mengguncang Lombok Timur pada pada (19/8) pukul 11.06 WIB juga menimbulkan 10 korban jiwa (berdasarkan data sementara) dan kerusakan parah.

Hasil pendataan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu sore kemarin sebelum gempa 6,9 SR tercatat 2 orang meninggal dunia, 1 orang luka, 1.700 unit rumah rusak dimana 1.054 rusak berat dan 646 rusak ringan, dan 5 bangunan publik rusak.

“Tentu hal ini makin menyebabkan derita dan kesedihan mendalam masyarakat Lombok yang terus diguncang gempa yang berutun,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui laman resmi bnpb.go.id.

Data di atas jelas dia adalah data yang terpisah dari dampak gempa sebelumnya. Sebelumnya Lombok Timur diguncang gempa 6,4 SR (29/7) dan gempa 7 SR (5/8) yang juga menimbulkan korban dan kerusakan.

Ia memastikan, upaya penanganan darurat saat ini masih terus diintensifkan. Percepatan bantuan perbaikan rumah rusak juga terus dilakukan. Begitu pula perbaikan fasilitas umum seperti rumah sakit, puskesmas dan sekolah darurat dilakukan percepatan sambil menunggu tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi nantinya.

“Operasi pasar untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan ketersediaan bahan-bahan pokok terus dilakukan,” ujar dia.

Sutopo menyebutkan, gempa susulan dari gempan 6,9 SR masih terus berlangsung. Tercatat 101 kali gempa susulan sudah berlangsung dengan 9 kali gempa dirasakan hingga Senin (20/8) pukul 11.00 WITA. Masyarakat diimbaunya tetap tenang dan waspada. Jangan terpancing pada isu-isu atau berita yang menyesatkan.

“Saat ini masih marak hoaks di Lombok dan Sumbawa. Di saat masyarakat Lombok dirundung duka dan derita akibat gempa beruntun, tenyata banyak pihak yang menebarkan informasi yang tidak benar dan menyesatkan,” tandasnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *