Diduga Karena Vaksin MR, Mata Siswa Ini Sakit, Bengkak dan Keluarkan Kotoran

Kabupaten Bima, Kahaba.- Diduga karena disuntik Vaksin Measless dan Rubella (MR), seorang siswa SD Inpres Sondosia Kecamatan Bolo MS (7) alami sakit mata. Kondisi matanya sebelah kiri bengkak dan memerah. (Baca. Positif Mengandung Babi, Vaksin Rubella Tetap Berjalan di Bima)

MR, bocah yang diduga terdampak vaksin measless dan rubella. Foto: Yadien

Orang tua siswa Zulkifli mengatakan, anaknya disuntik kemarin sekitar pukul 09.00 Wita di sekolahnya. Saat pulang  Muhammad menceritakan bahwa ia sudah disuntik agar tidak mengalami kebutaan, tuli dan menjadi anak yang pintar.

“Pulang sekolah dia langsung cerita sama saya, tapi berselang 1 jam kemudian matanya merah dan mengeluarkan kotoran,” ujarnya, Selasa (21/8).

Zulkifli meminta kepada Puskesmas Bolo dan UPTD Dikbudpora Kecamatan Bolo untuk bertanggungjawab karena sakit yang dialami anaknya. Karena matanya terlihat semakin parah dan membengkak. Dirinpun membawa buah hatinya untuk diperiksa di RSUD Sondosia.

Kemudian sambungnya, oleh dokter yang memeriksa di RSUD Sondosia, sakit dan bengkak mata yang dialami anaknya belum bisa diputuskan apakah akibat dari vaksin tersebut. Karena dokter itu mengaku bukan dokter spesialis mata.

“Dokter menyarankan agar dibawa di RSUD Bima untuk diperiksa pada dokter spesialis mata. Anak saya hanya diber obat dan sirup,” katanya.

Kepala Puskesmas Bolo Nurjanah yang dimintai tanggapannya mengatakan, pihaknya sudah melakukan konfirmasi hal tersebut bersama kepala sekolah SD Inpres Sondosia dan Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Bolo untuk mengetahui jelas masalahnya. Selain itu, dirinya juga sudah berkordinasi dengan RSUD Sondosia.

“Diagnosa sementara oleh dokter di RSUD Sondosia yaitu radang pada selaput mata dan disarankan ke dokter spesialis mata,” ungkapnya.

Menurut Nurjanah, sakit mata yang dialami MS tersebut belum bisa dikatakan akibat suntik vaksin dimaksud. Pasalnya, siswa-siswa lain yang juga disuntik di sekolah yang sama tidak mengalami seperti yang dialami oleh anak tersebut.

“Yang disuntik bukan dia saja, tapi semua siswa. Kalau akibat suntik vaksin itu, harusnya semua siswa akan mengalami hal yang sama. Tapi ini kan cuman satu siswa saja,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap akan bertanggungjawab dengan melihat dan mendampingi anak tersebut untuk melakukan pemeriksaan, agar memastikan apakah itu akibat dari vaksin MR atau tidak.

“Yang bertanggungjawab di sini bukan Puskesmas Bolo saja, tapi Tim WHO yang mempunyai program tersebut,” tuturnya.

Hari ini juga tambah Nurjanah, pihaknya akan berkoodirnasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dan akan mendampingi siswa tersebut ke RSUD Bima untuk melakukan pemeriksaan di dokter spesialis mata.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *