BMKG Bima Imbau Warga Tetap Waspada Terhadap Gempa

Kabupaten Bima, Kahaba.- Mengingat aktivitas gempa bumi masih kerap terjadi di Lombok dan terbaru sudah menjalar ke sebagian Pulau Sumbawa, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bima mengimbau masyarakat Kota dan Kabupaten Bima tetap waspada dan tenang.

Kepala BMKG Bima Satria Topan. Foto: Ady

Kepala BMKG Bima Satria Topan Primadi menjelaskan, kapan terjadinya gempa bumi belum bisa prediksi dan belum ada alat yang mampu mendeteksinya. Begitu pula intensitas kegempaan belum bisa diprediksi. Tetapi aktivitas kegempaan saat ini memang masih ada.

“Kapan terjadi gempa, dimana lokasinya dan berapa besar kekuatannya kita belum bisa prediksi. BMKG Mataram saat ini terus melakukan analisa dan monitoring. Sekarang kita sudah memasang beberapa titik sensor di wilayah Lombok untuk merekam aktivitas gempa,” jelas dia, Selasa (21/8) siang.

Diakuinya, kalau dilihat dari posisi pusat gempa terakhir, memang sudah bergeser ke timur dari pusat gempa sebelumnya pada Minggu 5 Agustus 2018 lalu. Hasil analisa memang untuk wilayah Lombok dan sebagian Pulau Sumbawa aktivitas gempa dipengaruhi dari selatan dan utara.

“Kita dari BMKG hanya bisa mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan tenang karena memang aktivitas kegempaan itu masih ada. Tetapi waktunya itu yang belum bisa kita prediksi,” ujar Topan.

Ia berharap, tidak ada dampak kerusakan yang ditimbulkan meskipun getaran dari pusat gempa bumi Lombok turut dirasakan di Bima. Perkembangan terkini soal informasi kegempaan akan selalu disampaikan BMKG melalui media sosial dan website.

“Masyarakat diharapkan untuk selalu mengupdate informasi tersebut dari sumber resmi BMKG dan tidak cepat terpengaruh banyak informasi hoaks yang banyak beredar,” ingatnya.

Kalau bisa sambung dia, ketika mendapat informasi yang tersebar melalui media sosial tentang analisa dan prediksi gempa bumi agar menelusuri dulu kebenarannya. Tidak langsung membagikan sehingga tidak meresahkan masyarakat.

Belajar dari peristiwa gempa di Lombok kata dia, banyak warga menjadi korban jiwa karena kepanikan. Warga lari berhamburan panik dan terlibat kecelakaan di jalan serta keluar rumah tertimpa bangunan roboh.

“Karena itu, ketika gempa terjadi usahakan tidak panik dan mencari tempat berlindung yang aman. Misalkan ketika di dalam rumah langsung berlindung di bawah meja atau jika di luar rumah mencari tempat terbuka yang jauh dari bangunan,” tandasnya.

*Kahaba-03

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *