Ketegangan Pemuda Sape dan Sadia Berakhir di Kepolisian

Kota Bima, Kahaba.- Ketegangan antara pemuda asal Kecamatan Sape, Ihwanudin (21) dan pemuda Kelurahan Sadia, Nasarudin (20) dan Iwan (19) yang terjadi di lingkungan kantor perairan Kelurahan Mande I, Selasa malam (16/10/2012) sekitar pukul 20.30 WITA, kedua belah pihak langsung diamankan pihak kepolisian dan diambil keterangannya di kantor Satuan Reserse dan Kriminal Gunung Dua Polres Bima Kota.

Aparat kepolisian saat menjemput terduga pengancaman, Ihwanudin (21) di kosnya, Selasa Malam (16/10/2012). Foto: Arief

Dari pantauan Kahaba di lokasi kejadian, masalaah kedua pihak antar anak muda itu hampir menuai konflik lanjutan. Puluhan pemuda asal Sadia hendak melakukan penyerangan di kos-kosan anak Sape yang terletak di dalam gang samping lingkungan kantor pengairan itu. Namun, aparat segera muncul ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di jalan Jenderal Sudirman itu.

Hadirnya aparat membuat tensi ketegangan sedikit berkurang. Lima anggota polisi mengajak Iwan dan Nasarudin (Pemuda Sadia, red) untuk menunjuk Ihwanudin di dalam kosnya. Dan ketiganya langsung dibawa ke Mapolres Bima Kota.

AKBP Kumbul, KS, SH, S.IK yang ditemui Kahaba menjelaskan, kejadian bermula dari kesalahpahaman saat mengendarai sepeda motor. Ihwanudin alias Igi yang hendak masuk gang menuju kosnya berpas-pasan dengan Nasarudin yang membonceng Iwan. Hampir saja motor mereka berbenturan. Ketegangan pun terjadi antar keduanya. Ihwanudin alias Igi diduga mengeluarkan belati miliknya. “Saat itu mereka sempat damai dan tak ada jatuh korban,” ujar Kumbul.

Ia melanjutkan, setelah Nasarudin balik ke rumahnya, mungkin ia bercerita kepada keluarga dan teman-temannya di Sadia. Akhirnya, puluhan pemuda sadia hendak menghampiri kos-kosan anak Sape dan berkumpul di depan gang.

“Kami segera mengamankan pelaku dan langsung dimintai keterangan. Sementara ini pelaku (Ihwanudin), mahasiswa asal Desa Sangia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima itu dituntut dengan tindak pidana pengancaman,” ujar Kumbul.

Tak ada kelanjutan konflik antar pemuda itu. Puluhan pemuda Sadia kembali ke rumahnya masing-masing setelah pihak kepolisan membawa ketiganya untuk dimintai keterangan lanjut. [BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *