3 Oknum ASN di Bappeda Belum Diberi Sanksi

Kota Bima, Kahaba.- 3 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertanggungjawab penuh terhadap pengembalian kerugian negara miliaran rupiah belum juga diberi sanksi. Padahal tanggungjawab pengembalian tersebut menjadi bukti atas perbuatan dan pelanggaran yang mereka lakukan. (Baca. Di Bappeda, Belanja Rp 6 Miliar Lebih Jadi Temuan, Begini Tanggapan BPK)

Kantor Bappeda Kota Bima. Foto: Google MAP

Kepala BKPSDM Kota Bima H Supratman saat dikonfirmasi soal itu mengaku, belum menerima keputusan tertulis dari TPTGR atau Sekda Kota Bima yang mengetahui persoalan itu. Pihaknya belum pun bisa mengkaji tingkat pelanggaran dan sanksi apa yang harus diberikan. (Baca. Akui Temuan BPK Sebesar Rp 6 Miliar, Begini Penjelasan Kepala Bappeda)

“Harusnya ada keputusan tertulis sebagai dasar kita untuk mengkaji dan memeroses. Apa yang mereka lakukan, jenis pelanggarannya seperti apa, kemudian disesuaikan dengan aturan yang ada,” tuturnya, Senin (27/8). (Baca. Temuan di Bappeda, Wahab: Saya Terima Honor Sekali, SPJ Nama Saya Banyak Sekali)

Supratman menegaskan, pihaknya tidak bisa berandai – andai untuk memeroses dan mengambil tindakan. Keputusan tertulis tentu akan menjadi pintu OPD nya untuk memeroses pelanggaran yang dilakukan 4 ASN di Bappeda tersebut.  (Baca. Penyidik Tipikor Bidik Dugaan SPJ Fiktif di Bappeda)

“Semuanya harus jelas, minimal ada dasar kita untuk mulai bekerja,” katanya. (Baca. 4 Orang di Bappeda Wajib Kembalikan Kerugian Negara dan Diberi Sanksi)

Ia menambahkan, seandainya sudah ada keputusan tertulis tentang pelanggaran yang dilakukan 3 ASN dimaksud. Pihaknya akan mulai pelajari dan proses. (Baca. Dugaan Korupsi di Bappeda, Pengembalian Kerugian Negara Tidak Menghapus Terjadinya Tindak Pidana)

“Kita butuh data untuk mengkaji aturannya dan memberikan sanksi,” ucapnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *