Lomba Kareku Kandei dan Biola Tradisonal di Sila Sepi Penonton

Kabupaten Bima, Kahaba.- Lomba Kareku Kandei dan Biola Tradisional yang digelar Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima di Paruga Nae Sila, Senin (27/8) sepi penonton.

Lomba Kareku Kandei dan Biola Tradisonal di Paruga Nae Sila. Foto: Yadien

Kegiatan tersebut dimulai sejak pukul 10.30 Wita dengan dihadiri oleh KUPTD Dikbudpora Kecamatan Bolo, Kabid Dikbudpora Kabupaten Bima, Jenateke Kesultanan Mbojo, dan Pemerintah Kecamatan Bolo. Namun sayangnya, kegiatan tersebut hanya ditonton oleh kursi kosong.

Selain peserta lomba yang hadir, kursi yang disediakan oleh panitia berjejer rapi tanpa ada yang menduduki. Sementara warga setempat beraktivitas sebagaimana biasa, tanpa ada yang memperhatikan lomba tersebut.

Salah seorang warga Bunyamin mengatakan, dirinya kaget saat melihat kegiatan tersebut. Pasalnya, kegiatan tersebut sangat sepi dan terlihat dadakan tanpa ada sosialisasi.

“Saya kira acaranya buka hari ini karena sepi sekali,” ujarnya.

Kata dia, harusnya kegiatan kebudayaan seperti itu disosialisasikan lebih masif kepada masyarakat, agar banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi baik sebagai peserta lomba maupun sebagai penonton yang meramaikan.

“Ini yang ada kan cuman pegawai dan para ASN aja, sementara warga tidak ada. Peserta yang mengikuti lomba juga minim,” katanya.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima A Salam Gani yang dikonfirmasi mengatakan, tujuan dan fokus kegiatan tersebut bukan pada penontonnya, melainkan pada peserta lomba. Meski demikian, dirinya mengakui bahwa minat warga yang menonton saat lomba minim penonton.

“Mungkin karena acaranya siang hari,” duganya.

Padahal kata dia, pihaknya telah mensosialisasikan kegiatan tersebut sejak bulan Juni. Lalu bulan Agustus juga disosialisasikan dan diumumkan kembali melalui pemerintah kecamatan dan media sosial.

“Sosialisasi kami menurut saya sudah maksimal,” katanya.

Ditanya soal peserta lomba pun yang kurang, dirinya mengatakan hal tersebut terjadi mungkin karena kurangnya sosialisasi pemerintah kecamatan se-Kabupaten Bima. Dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bima, hanya 7 kecamatan masing-masing Kecamatan Bolo, Woha, Palibelo, Monta, Parado, Ambalawi dan Tambora yang mengirimkan delegasi.

“7 kecamatan tersebut masing-masing mengutus group kareku kandei dan biola tradisional,” tandasnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. La sedo

    Kegiatan yg bagus menghidupkan kembali budaya dana mbojo yg hampir2 hilang dari ingatan kaum milenia. Jadikan kegiatan rutin tahunan . Soal penonton yg sepi itu soal waktu pelaksanaannya saja, siang hari itu masyarakat dah ke tempat kerjanya. Selamat Dikbudpora kab. Bima tuk ide yg cenerlang ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *