Pemilihan Ketua OSIS SMAN 3, 600 Siswa Belajar Berdemokrasi

Kota Bima, Kahaba.- 600 siswa SMAN 3 Kota Bima ambil bagian dalam pemilihan ketua OSIS periode 2018-2019. Kegiatan yang digelar di halaman sekolah setempat, Rabu (28/8) tersebut dijadikan wadah untuk siswa belajar berdemokrasi.

Foto bersama jajaran guru SMAN 3 Kota Bima dan panitia pelaksana pemilihan Ketua OSIS. Foto: Eric

“Kegiatan ini menjadi bentuk pelajaran demokrasi kepada ratusan pelajar, sekaligus pendidikan dini dalam sistem pemilihan umum kedepan. Agar siswa siap ikut serta pada pemilu mendatang,” ujar Kepala SMAN 3 Kota Bima Syaiful.

Mantan Kepala SMAN 2 itu mengungkapkan, pendidikan demokrasi untuk siswa sangat penting. Karena akan menjadi bekal mereka bisa berpartisipasi aktif ketika mengikuti pemilu nanti. Dengan pemilihan tersebut juga, siswa dapat memahami tingkat partisipasi yang dapat menentukan hak suara.

Sementara itu Guru Pembina OSIS Suhada menuturkan, berdasarkan mekanisme aturan pemilihan, siswa sebagai pemilih memberikan hak suara dengan cara mencontreng salah satu nomor urut calon ketua dan wakil ketua OSIS.

Setelah itu, surat suara yang telah dicontreng dimasukan ke dalam kotak suara. Kemudian untuk menghindari adanya pemilih ganda, setiap siswa yang telah memberikan hak pilih wajib mencelupkan jari kedalam wadah yang berisi tinta.

“Pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS dengan menggunakan sistem pemilu ini merupakan proses pembelajaran demokrasi secara langsung untuk seluruh siswa. Kegiatan ini juga bertujuan menanamkan sikap jujur dan sportif bagi setiap siswa,” jelasnya.

Suhada menambahkan, setelah melalui proses yang cukup panjang. Proses pemilihan Ketua OSIS SMAN 3 Kota Bima dimenangkan oleh nomor urut 1 Iis Hadiatunnisah sebagai Ketua dan Rizqi Alfares sebagai Wakil Ketua OSIS periode 2018-2019.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *