Trauma Healing, BCC Hibur 380 Anak Korban Gempa di KSB

Kota Bima, Kahaba.- Salah satu wilayah dengan kerusakan terparah akibat Gempa 7.0 SR (direvisi menjadi 6.9 SR) pada 19 Agustus 2018 yang lalu adalah Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Selain Seteluk, Alas dan Tano juga menjadi areal dengan pengungsi korban gempa yang masih tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Anak – anak di KSB bermain bergembira bersama melalui program Trauma Healing dari BCC. Foto: Dok BCC

20 hari sudah bencana ini berlalu, menyisakan trauma yang tak mudah bagi warga KSB pada umumnya. Warga masyarakat belum berani masuk rumah masing-masing untuk sekedar mandi atau memasak. Anak-anak hampir lupa bahwa mereka sekarang harus merelakan kasur empuk atau bantal guling yang nyaman di rumah, dan harus bertikar ria di lapangan terbuka.

Menyadari hal itu, Babuju Care Centre (BCC) melakukan upaya meminimalisir traumatik bagi anak-anak korban bencana di KSB. Bersama Sanak Boro (SB), komunitas yang bergerak di kegiatan kemanusiaan dan kebencanaan wilayah Sumbawa. Ketua Komunitas SB, Burhanuddin bersama 38 anggotanya yang sudah bergerak aktif sejak Gempa Lombok 29 Juli 2018 yang lalu.

Koordinator BCC Julhaidin mengatakan, 380 anak dari berbagai desa di Kecamatan Seteluk yang dekat dengan lapangan Desa Seteluk Tengah pun dikumpulkan. Diajak bermain, bercanda, tertawa bareng dan ceria bersama. 8 permainan pun disiapkan, paket Hadiah anak-anak pun dibungkus dengan cantik.

“3 hari penuh dengan segala keceriaan dan kebersamaan,” ujarnya.

Kata dia, kegiatan trauma healing adalah salah satu kegiatan recovery bencana yang penting untuk dilakukan bagi para Korban Bencana. Tujuannya adalah meminimalisir trauma bagi para korban.

“Memang belum maksimal dengan kegiatan beberapa hari, namun setidaknya dapat meringankan beban psikologi yang ada,” ungkapnya.

Kegiatan trauma healing BCC sambungnya, dilaksanakan dari 1 – 6 September 2018. Dipusatkan di Desa Seteluk Tengah KSB dan Lapangan Santong Kec Kayangan Kabupaten Lombok Utara. BCC menurunkan 15 anggota untuk melaksanakan kegiatan tersebut dibantu oleh organisasi kemitraan BCC seperti Sanak Boro KSB, Relawan Komunitas Sabua Ra’a, Relawan Kalikuma dan Relawan Independen lainnya.

“Kegiatan ini didukung dan di backup oleh Kerukunan Keluarga Mpuri Bima Jabodetabek, Persatuan BMI BIDOM Hongkong, Integra dan Friends, Persatuan Mahasiswa Kecamatan Palibelo – Makassar dan S3 (Sedekah Seribu Sehari) Nasional,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua SB Burhanuddin sangat menyambut positif kegiatan ini. Meski hanya dilaksanakan penuh selama 3 hari berturut-turut, namun memberi kenangan dan kegembiraan yang luar biasa.

“Jangankan anak-anak, kami yang dewasa saja cukup terhibur dan merasa dikuatkan setelah bencana menimpa kami. Ini luar biasa, mereka sangat terhibur dan terus bercerita tentang kegembiraan mereka,” ceritanya di tenda pengungsian, lapangan umum desa Seteluk Tengah KSB.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *