SMKN 1 Kota Bima Terapkan Model Pembelajaran Teaching Factory

Kota Bima, Kahaba.- Model pembelajaran Teaching Factory (Tefa) adalah model pembelajaran di SMK berbasis produksi atau jasa, yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri. Praktek pelaksanaannya dilakukan dalam suasana seperti yang ada di industri.

Sosialisasi model pembelajaran Teaching Factory di SMKN 1 Kota Bima. Foto: Dok SMKN 1 Kota Bima

Pelaksanaan model pembelajaran Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan di SMK. Pelaksanaan Tefa juga harus melibatkan pemerintah, pemerintah daerah dan stakeholders dalam pembuatan regulasi, perencanaan, implementasi maupun evaluasinya.

Kepala SMKN 1 Kota Bima Safruddin mengatakan, SMKN 1 Kota Bima sebagai salah satu sekolah yang mendapatkan bantuan dana revitalisasi tahun anggaran 2018 dari 119 SMK di Indonesia, telah melaksanakan sosialisasi kepada seluruh warga SMKN 1 Kota Bima Sabtu pekan lalu.

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh SMK TEFA sekitar, DU/DI, UPT Layanan Dikmen PK dan PLK Bima yang dihadiri oleh Kepala UPT Layanan Dikmen PK & PLK Bima, Abbas dan dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, yang diwakili oleh Kasi Kurikulum H Umar.

Dirinya megharapkan agar dengan diterapkannya model pembelajaran Tefa SMKN 1 Kota Bima sebagai SMK rujukan dapat meningkatkan kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri, sebagai mitra baik untuk tempat praktek kerja lapangan siswa maupun sebagai penyedia tenaga kerja bagi lulusan SMKN 1 Kota Bima.

“Lulusan SMK juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja sendiri mengingat keterbatasan dunia usaha dan dunia industri di daerah Bima khususnya,” harap Safruddin saat menyampaikan siaran pers kepada media ini.

Kata dia, kegiatan sosialisasi Tefa dilanjutkan dengan Workshop Pendampingan Penyusunan Perangkat Pembalajaran Teaching Factory yang dilaksanakan selama 2 hari. Workshop ini nantinya akan menghasilkan perangkat pembelajaran berupa Silabus dan RPP yang mengacu pada materi yang ada di Dunia Kerja dan Industri.

“Kegiatan ini didampingi oleh nara sumber dari P4TK Malang, Djanji Purwanto yang merupakan utusan dari Direktorat Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama tambahnya, Kasi Kurikulum H Umar yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB mengungkapkan bahwa SMK sebagai penyumbang Pengangguran terbanyak di Indonesia diharapkan menerapkan model pembelajaran Teaching Factory.

“Tefa akan meningkatkan kompetensi siswa untuk bisa bersaing dan dapat dengan mudah diterima bekerja di dunia usaha dan dunia industri,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *