Bacaleg Dapil 2 Dari Partai Demokrat Mengundurkan Diri

Kota Bima, Kahaba.- Daftar Calon Sementara (DCS) akan ditetapkan oleh KPU tanggal 20 Sepember 2018. Sebelum ada penetapan itu, pasca pengumuman DCS, KPU Kota Bima menerima tembusan surat pengunduran diri dari bakal caleg (Bacaleg) dari Partai Demokrat.

Ketua KPU Kota Bima Bukhari. Foto: Bin

“Bacaleg yang mengundurkan diri atas nama Junaidin dari Partai Demokrat, Dapil 2 Kecamatan Mpunda dan Rasanae Barat,” sebut Ketua KPU Kota Bima Bukhari, Rabu (5/9).

Terhadap yang bersangkutan kata dia, nanti dari Partai Demokrat yang akan mengajukan pengunduran diri dari pencalonan. Kemudian KPU akan tidak menyertakan Junaidin ke dalam Daftar Calon Tetap (DCT), karena sudah mengundurkan diri.

Bukhari menjelaskan, pengunduran diri seperti itu diperbolehkan oleh ketentuan. Karena yang mundur adalah Bacaleg laki-laki, maka tidak dapat diajukan calon pengganti oleh partai politik yang bersangkutan.

Karena sesuai ketentuan Bacaleg laki-laki tidak bisa diganti, kecuali pengunduran diri perempuan yang berakibat kurangnya presentase keterwakilan perempuan dari 30 persen.

“Sehingga nanti, jika kondisinya seperti ini DCT di Partai Demokrat pada dapil 2 berkurang. Dan ini tidak ada masalah,” paparnya.

Saat ini juga sambung Bukhari, pihaknya sedang melakukan pencermatan daftar pemilih tetap. Karena ditemukan ada pemilih ganda, sudah meninggal, ada yang terdaftar tapi kurang NIK dan NKK, dan kekeliruan penulisan nama yang tidak sesuai dengan identitas yang dimiliki.

Untuk itu pihaknya sangat mengharapkan masyarakat bisa memberika masukan terhadap DPT. Agar nanti kualits DPT dan kualitas penyelenggaraan pemungutan dan perhitungan suara di TPS, dapat lebih baik.

“Ini juga dimaksudnya untuk menghindari coblos lebih dari 1 kali, yang terdata ganda,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *