Pekerjaan Fisik di Desa Pesa Terus Digenjot

Kabupaten Bima, Kahaba.- Mengejar ketertingalan pada bidang sarana dan prasarana ekonomi dan pertanian, Pemerintah Desa Pesa tahun ini mengangarkan Rp 541.600.000 untuk pekerjaan fisik. Masing-masing terdiri dari pembukaan jalan usaha tani, jembatan, talud dan deker.

Kepala Desa Pesa Rudi Hartono. Foto: Firman

Kepala Desa Pesa Rudi Hartono mengatakan, Desa Pesa merupakan desa yang memiliki luas tanah persawahan produktif yang dikelola 3 kali dalam setahun. Selama ini, karena wilayah pertanian yang jauh dari pemukimam warga sehingga masyarakat memerlukan biaya operasional yang tinggi.

“Pembangunan akses jalan menjadi perhatian pemerintah desa, untuk meringankan beban produksi masyarakat,” ujarnya, Rabu (5/9).

Diakuinya, dalam 2 tahun terakhir pekerjaan fisik pembangunan terus dilaksanakan. Pada tahun ini, jalan usaha tani Woro Hali kembali dibuka. Jalan ini mengakses lahan pertanian berupa tegalan seluas 327 Ha.

“Lahan ini sebelumnya masih terisolir dari akses jalan sehingga beban produksi pertanian masyarakat cukup tinggi,” ungkapnya.

Sehingga dengan adanya jalan ini, masyarakat bisa memanfaatkan lahan ini untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Di lahan itu bisa ditanami padi atau komoditi unggulan jagung merah.

“Kalau misalnya ditanami jagung merah akan menghasilkan sekitar 700 ton,” sebutnya.

Disamping itu, untuk menyambung jalan di lokasi Oi Nao dan lokasi lain yang lahan sawahnya dikelola masyarakat, juga tahun ini akan dibangunkan jembatan. Jembatan tersebut merupakan jembatan kedua setelah tahun lalu juga dibangun jembatan di lokasi yang berbeda.

“Intinya pembangunan jalan dan jembatan menjadi prioritas, karena basis kebutuhan masyarakat Desa Pesa yang mayoritasnya berprofesi sebagai petani. Semoga saja berdampak pada peningkatan hasil pertanian dan menaikan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

*Kahaba-08

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *