Gunung Sangiang Api Keluarkan Suara Dentuman, Status Tetap Waspada

Kabupaten Bima, Kahaba.- Gunung Sangiang Api di Kecamatan Wera beberapa hari terakhir mengalami peningkatan aktivitas. Dentuman dan kegempaan kecil masih terjadi. Namun, Pos Pengamatan Sangiang Api memastikan kondisi masih aman karena status di level waspada.

Gunung Sangiang Api. Foto: Dok. Dinas Pariwisata Kabupaten Bima

“Kemarin memang sempat terdengar suara dentuman dan beberapa kali gempa kecil. Tapi statusnya masih waspada dari status siaga sejak 2014 lalu,” jelas Kepala Pos Pengamatan Sangiang Api Hadi Purwoko, Senin (10/9) pagi.

Suara dentuman dan gempa kecil Gunung Sangiang Api kata dia, kerap terjadi tetapi kondisi itu masih terbilang normal karena tidak ada peningkatan status. Meski demikian, rekomendasi kepada masyarakat tetap diminta untuk waspada.

“Kewaspadaan bagi masyarakat terutama yang berada di radius 1,5 kilometer atau yang beraktivitas di sekitar Pulau Sangiang Api,” ujarnya.

Informasi aktivitas Gunung Sangiang Api juga dimuat dalam situs resmi esdm.go.id dan dibenarkan Pos Pemantau Gunung Sangiang Api.

Dalam laporan itu disampaikan, bagi warga Sangiang khususnya Wera Bima pada umumnya, terkait akhir-akhir ini, Gunung Sangeangapi sering mengeluarkan bunyi dentuman disertai hembusan asap yang disebabkan karena tekanan fluida (gas atau liquid) magmatik pada kedalaman dangkal, Gunung Sangeangapi (1949 mdpl),
Bima Nusa Tenggara Barat. Saat ini tingkat aktivitas Gunung Sangeangapi berada di Level II (Waspada).

Berdasarkan tingkat aktivitas Gunung Sangeangapi pada saat ini, Pos PGA Sangeangapi-PVMBG merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Sangeangapi dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati dan beraktivitas di dalam radius 1.5 km dari pusat aktivitas Gunung Sangeangapi.

Masyarakat di sekitar Gunung Sangeangapi dan pengunjung atau wisatawan agar mewaspadai bahaya aliran piroklastik serta tidak diperbolehkan mendekati dan beraktivitas di daerah di antara Lembah Sori Wala dan Sori Mantau hingga mencapai pantai, serta pada Lembah Sori Boro dan Sori Oi.

Kemudian masyarakat, petani, pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati dan beraktivitas pada semua lembah sungai yang berhulu dari pusat aktivitas puncak Gunung Sangeangapi untuk menghindari potensi ancaman bahaya aliran lahar yang mungkin terjadi pada saat hujan.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *