Perang Dipicu dari Aksi Kekerasan di SMKN 2 Bima

Kabupaten Bima, Kahaba.- Jum’at, 12 Oktober 2012 lalu terjadi pemukulan terhadap Chandra Irawan (18) pelajar asal Desa Kalampa Kecamatan Woha, yang diduga dilakukan oleh M. Fajrin (17) pelajar asal Donggobolo dan Muslimin (17) pelajar asal Dusun Godo Desa Dadibou. Ketiganya merupakan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Bima yang terletak di Desa Donggobolo.

Korban pecahnya perang antar desa di Kecamatan Woha sedang dirawat intensif di UGD RSUD Bima, Rabu (17/10/2012). Foto: Arief

Kejadian kekerasan di SMKN 2 Bima itu menyebabkan korban, Chandra, mengalami luka memar di bagian kepala dan luka lecet di punggungnya.

Kejadian Jum’at lalu itu, ternyata bersambung Rabu (17/10/2012) pagi tadi pas jam istirahat di SMA Negeri 2 Woha. Sumber Kahaba, Arif, yang pulang dari Kecamatan Woha menjelaskan, sekitar pukul 10.30 WITA di SMAN 2 Woha, datang sekelompok pemuda asal Kalampa yang juga merupakan alumni sekolah tersebut. Diduga mereka memukul pelajar asal Desa Dadibou, Desa Risa dan Desa Donggobolo.

Arif melanjutkan, para korban pemukulan tersebut, dibawa ke Puskesmas Pembantu Desa Dadibou. Kabar itu pun berhembus dan sampai ke telinga masyarakat. Para keluarga dari dua kubu yang bertikai yaitu Desa Kalampa yang bersekutu dengan Desa Samili baku perang dengan koalisi Desa Dadibou, Donggoblo dan oknum warga dari Desa Risa.

Akhirnya, perang antar dua kubu itu berlangsung di areal persawahan sekitar SMA Negeri 2 Woha, yang terletak diperbatasan antara Desa Dadibou dan Desa Kalampa. Akhirnya, satu orang, Karma, warga Desa Samili meninggal dunia dan empat orang korban luka akibat terkena panah yang diduga berasal dari Desa Samili dan Kalampa, saat ini masih ditangani pihak medis di RSUD Bima.

Arif melanjutkan, ba’da ashar sekitar pukul 16.00 WITA, perang terhenti dan kedua kubu kembali ke desanya masing-masing setelah para aparat gabungan dari TNI dan Polri turun ke lokasi konflik. “Saat ini kedua kubu siaga di masing-masing desanya,” ujar Arif. [A*/C*/BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. emha

    tolong di cek lagi beritanya. bukan imbas perkelahian pelajar SMKN 2 Bima, tapi imbas perkelahian pelajar SMAN 2 Woha yang tejadi tadi pagi. tologn di cekkkkkk lagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *