Insentif Disunat Kepala SDN 29, Pegawai Honor Ngeluh

Kota Bima, Kahaba.- Pegawai honor SDN 29 Kota Bima inisial R mengeluhkan sikap kepala sekolah setempat yang memotong insentif secara sepihak. Padahal insentif yang diterima tersebut hanya diperoleh sekali dalam 3 bulan.

SDN 29 Kota Bima. Foto: Eric

“Pekan kemarin saat dana BOS cair sebesar Rp 100 juta lebih, beberapa pegawai honor dipanggil untuk menerima insentif triwulan. Tapi saat diberikan justeru disunat Rp 150 ribu,” ujar R, Senin (10/9).

Ia sempat menanyakan perihal pemotongan tersebut, namun hanya dijawab untuk keperluan kebutuhan sekolah. Mendapat jawaban seperti itu, dirinya tidak berani berkomentar karena takut dimarahi.

“Mungkin bagi sekolah uang Rp 150 ribu itu sedikit, tapi bagi kami yang memiliki keluarga itu sangat berarti, apalagi hanya diterima dalam 3 bulan sekali,” katanya.

Kata R, pemotongan tersebut  bukan hanya berlaku untuk dirinya saja. Tapi juga untuk puluhan pegawai honor lain, sebab pegawai honorer dan kontrak jumlahnya lebih dari 25 orang. Dirinya pun tidak tahu uang pemotongan itu untuk apa, selanjutnya dipakai untuk apa dan bentuk pertanggungjawabannya seperti apa.

“Maka dari itu, kami meminta kepada Dinas Dikbud untuk turun menindaklanjuti hal ini,” inginnya.

Sementara itu Kepala SDN 29 Kota Bima Usman Idris yang dimintai klarifikasi mengakui apa yang diurtarakan pegawai honor setempat. Tapi dirinya membantah itu pemotongan sepihak, karena sebelumnya telah dilakukan sosialisasi sebelum dana BOS cair.

“Ini bukan pemotongan, tapi bentuk sumbangan amalan pegawai untuk sekolah,” ucapnya.

Usman mengungkapkan, biaya yang diambil dari sejumlah pegawai honor tersebut untuk keperluan akreditasi sekolah, dan menambah biaya setiap kegiatan sekolah dan lomba.

“Kami hanya minta bantuan partisipasinya saja, karena anggaran yang kami miliki saat ini belum mencukupi kebutuhan setiap kegiatan sekolah,” imbuhnya.

Mengenai  berapa jumlah insentif pegawai honor yang dipotong, dan total uang yang terkumpul itu dirinya tidak ingat. Karena hanya bendahara sekolah yang tahu.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *