Pawai Ta’aruf Tahun Baru Islam di Bolo, Sejumlah Peserta Pakai Rimpu

Kabupaten Bima, Kahaba.- Selain mengenakan jilbab dan jubah, peserta Pawai Ta’aruf dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1440 Hijriah, Selasa (11/9) di Kecamatan Bolo, juga banyak mengenakan rimpu. Salah satunya rombongan dari Desa Timu.

Peserta Pawai Ta’aruf di Bolo mengenakan rimpu. Foto: Yadien

Salah seorang peserta yang mengenakan rimpu, Mukminah Nurdin mengatakan, rimpu merupakan salah satu budaya Bima yang syar’i. Untuk itu perlu juga ditampilkan dalam kegiatan-kegiatan keagamaan.

“Rimpu juga cara perempuan Bima menutup aurat,” ujarnya.

Kata dia, ia bersama rombongannya kompak mengenakan rimpu karena ingin dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam nilai kearifal lokal yang Islami juga ditampilkan.

“Ini syar’i, sopan dan indah dikenakan oleh perempuan muslim,” katanya.

Sementara itu, Sekertaris Desa Timu Kecamatan Bolo Silafaturahman mengatakan, pemerintah desa setempat telah mengumumkan kepada masyarakat sehari sebelum pawai dilaksanakan agar mengenakan rimpu bagi yang perempuan.

“Yang perempuan rimpu sementara uang laki-laki memakai busana muslim,” ungkapnya.

Mengenakan rimpu bertujuan untuk menampilkan kearifal lokal yang syar’i dan punya sejarah dalam perkembanganya.  peserta pawai dari desa setempat tidak hanya staf desa tapi juga masyarakat.

“Jumlah peserta yang kami libatkan 50 orang,” bebernya.

Santri Pondok Pesantren Al Madinah saat mengikuti Pawai Ta’aruf. Foto: Yadien

Di tempat yang sama, Pondok Pesantren Al Madinah juga ambil bagian. Kata Pimpinan Pondok Pesantren setempat Ustadz Zabir mengatakan, keikutsertaan pondok pesantrennya dalam pawai dan tablik akbar tersebut sebagai bentuk kecintaan terhadap Islam dengan cara meramaikan kegiatan keagamaan islam.

“Ini bentuk partisipasi kami atas kecintaan kami pada Agama,” tuturnya.

Kata dia, peserta pawai dari pondok pesantren yang dipimpinya sebanyak 70 orang yang terdiri dari guru dan siswa. Ia mengaku sangat terharu dan bangga atas perayaan tahun baru Islam yang sangat ramai.

“Ini membuktikan bahwa Agama Allah sangat dicintai umat,” ungkapnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *