Dandim Bima : TNI Harga Mati Netralitas dalam Politik

Kota Bima, Kahaba.- Dandim 1608 Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra menegaskan TNI berada pada posisi jelas dalam kontestasi politik. Yakni tetap menjaga netralitas dan bertugas menjaga kondusifitas daerah.

Dandim 1608 Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra. Foto: Ady

“Dari kami jelas, netralitas TNI tidak bisa ditawar lagi. Harga mati netralitas dalam politik. Ada resiko dan konsekuensi apabila itu dilanggar,” tegas Dandim Bima saat coffee moorning bersama insan pers Bima, Rabu (12/9) di Kodim 1608.

Politik bagi TNI kata Dandim, adalah politik negara yakni politik untuk menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Karenanya, Dandim mengingatkan jika ada oknum anggota yang terlibat politik praktis bisa melaporkan kepadanya dengan informasi disertai bukti dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Tapi jangan coba benturkan kami dengan pihak lain dengan informasi tidak jelas,” ingatnya.

Penegasan ini disampaikan Dandim Bima karena dalam waktu dekat masyarakat akan dihadapkan momentum politik. Di tingkat desa di Kabupaten Bima ada pelaksanaan Pilkades. Kemudian ada momen Pileg dan Pilpres secara serentak seluruh Indonesia.

Tentu pihaknya akan selalu berkoordinasi dengam Kepolisian dalam pengamanan kegiatan apapun. Terutama Pilkades, Pileg, Pilpres sebentar lagi.

“Kita sama-sama berkomitmen untuk menjaga suasana dan kondisi daerah tetap aman dan terkendali,” ujarnya.

Bagi desa yang melaksanakan Pilkades, Dandim berencana akan melaksanakan sosialisasi untuk mengingatkan agar menjaga keamanan. Ketika ada masalah, dimintanya agar masyarakat menggunakan prosedur dalam penyelesaian. Bukan dengan menggalang massa.

“Peran penting tokoh masyarakat sangat dibutuhkan untuk memberikan contoh baik. Bukan malah mengajak berbuat yang anarkis. Pesan ini selalu saya sampaikan setiap turun ke masyarakat,” tandasnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *