Pengurus GP Ansor Kota Bima Periode 2018 – 2022 Dilantik

Kota Bima, Kahaba.- Pengurus GP Ansor Kota Bima periode 2018 – 2022 dilantik di aula Sekretariat FKUB Kota Bima, Sabtu sore (15/9). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Konferensi Cabang IV GP Ansor Kota Bima tahun 2018.

Pengurus GP Ansor Kota Bima Periode 2018 – 2022 saat dilantik. Foto: Dok Hum

Ketua GP Ansor Kota Bima M Rusdi Ibrahim menyampaikan, tujuan keberadaan organisasi GP Ansor di Kota Bima salah satunya adalah membantu menangani masalah radikalisme di daerah. Selain itu, membantu memberikan kesempatan untuk beraktivitas secara positif bagi para pemuda yang belum memiliki pekerjaan.

“Untuk mendaftar sebagai anggota GP Ansor cukup dengan menunjukkan ijazah SMA,” jelasnya.

Ia pun memaparkan program GP Ansor Kota Bima kedepan, yakni pengawalan isu dan kegiatan radikalisme dan terorisme serta narkoba, counter isu-isu yang mengarah pada makar terhadap negara, kaderisasi dan amaliah keagamaan, pemberdayaan pengangguran untuk dilatih menjadi Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) serta mendukung program-program Kementerian Ketenagakerjaan, baik dengan Pemerintah Pusat hingga Daerah.

Sementara itu, Sekertaris GP Ansor Wilayah NTB Irpan Suriadiata berharap agar pemerintah daerah dapat terus memberikan perhatian dan pembinaan kepada GP Ansor. Ia juga berpesan agar para Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kota Bima menjaga nama baik organisasi.

Di tempat yang sama, Asisten III Setda Kota Bima Plt Asisten III Setda Kota Bima Darwis yang sempat hadir menyampaikan apresiasi atas berbagai program GP Ansor Kota Bima. Dirinya pun menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus GP Ansor Kota Bima periode 2018 – 2022 yang telah dilantik.

“Semoga dapat mengemban amanah dengan baik serta menjalankan visi dan misi organisasi”, harapnya.

*Kahaba-01/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *