Begini Pandangan Dewan Soal Rencana Tempat Pelantikan Lutfi-Feri

Kota Bima, Kahaba.- Rencana pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Bima terpilih HM Lutfi – Feri Sofiyan tinggal hitungan hari. Kabarnya, pelantikan akan digelar pada bulan September ini.

Pasangan Lutfi – Feri saat kampanye di Lingkungan Tato Kelurahan Jatiwangi. Foto: Bin

Sebelumnya, jauh – jauh hari Plt Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima H A Malik mengaku besar kemungkinan pelantikan akan digelar di Kota Bima. Sementara lokasinya, dari 3 tempat masing – masing Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Arena Pacuan Kuda Sambinae dan Kantor Walikota Bima, dipilih di Arena Pacuan Kuda Sambinae.

Menanggapi soal rencana pelantikan tersebut, wakil rakyat DPRD Kota Bima memberikan pandangan. Ada yang menilai 2 tempat seperti Arena Pacuan Kuda Sambinae dan Kantor Walikota Bima layak, juga ada yang menginginkan agar digelas saja di Kantor Walikota Bima.

Duta PKPI Kota Bima Nazamuddin menyampaikan, pelantikan kepala daerah jika mengacu pada aturan harus digelar di ibukota provinsi. Tapi jika memang ada ruang bisa digelar di daerah, akan menjadi satu penghargaan yang luas biasa.

“Pertama itu biar efektif dari sisi keuangan. Kemudian pelantikannya di daerah juga dekat dan bisa disaksikan lanagsung oleh rakyat Kota Bima,” ujarnya, kemarin.

Kemudian soal tempat, menurutnya, jika digelar di TPA tentu tidak representatif. Karena jalurnya belum sempit dan ada tanjakan. Tentu akan menganggu pelaksanaan pelantikan. Sementara di Arena Pacuan Kuda Sambinae juga baik, karena bisa sekalian untuk promosi budaya.

“di Arena Pacuan Kuda Sambinae juga baik. Kalau berpikir soal kondisi alam saya kira bisa diatur, panas dan tidak ada pohon serta berdebu, nanti bisa diatur. Akan ada upaya yang bisa dilakukan untuk diminimalisir,” jelasnya.

Jika digelar di Kantor Walikota Bima juga sambung Nazamuddin juga bagus dan mudah dijangkau oleh masyarakat, jika nanti ada yang ingin menyaksikannya secara langsung.

“Saya kira 2 tempat itu sama bagusnya. Karena bicara tempat, tinggal teknisnya didesain saja,” tambahnya.

Beda hal dengan anggota DPRD Kota Bima dari Partai Hanura Dedy Mawardi. Menurut dia, pelaksanaannya digelar saja di Kantor walikota Bima. Karena lokasi tersebut dinilai lebih layak dan aksesnya mudah.

“Di Arena Pacuan Kuda Sambinae tidak representatif. Jalan di sana juga akan membuat kemacetan,” tuturnya.

Jika dilaksanakan di Kantor Walikota Bima sambung Dedy, pelaksanaannya bisa maksimal. Masyarakat juga bisa menyaksikannya dengan  mudah tanpa harus dibuat susah oleh sejumlah teknis protokoler pemerintah yang ribet.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *