Biaya Operasional Tinggi, Harga Jual Bawang Murah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Harga bawang merah di Kabupaten Bima pada musim panen ini anjlok dan tidak terkendali. Kondisi ini membuat para petani merugi. Termasuk petani di Desa Sai dan Sampungu mengklaim rugi besar.

Sebagian petani di Desa Sai mulai memanen bawang merah. Foto: Ist

Pengakuan ini seperti disampaikan Junaidin, salah satu petani asal Desa Sai. Ia mengaku, telah mengeluarkan banyak biaya operasional untuk menanam dan merawat bawang merah.

Biaya operasional itu dikeluarkan untuk membeli bibit, pestisida, pupuk, Bahan Bakar Minyak (BBM) serta gaji buruh sawah. Semua kebutuhan tersebut harganya melonjak naik sehingga menambah beban besarnya biaya operasional petani.

“Hal ini berbanding terbalik dengan harga jual bawang merah yang saat ini tidak sesuai harapan. Jelas para petani merugi besar panen kali ini,” kata Junaidin, Selasa (18/9)

Lanjut Junaidin, bibit bawang merah yang ia tanam sebulan lalu mencapai 2,1 ton dengan harga Rp. 1.300.000. Ditambah biaya yang dikeluarkan untuk membeli perstisida, pupuk dan gaji buruh sawah.

“Perhitungan saya hingga panen, biaya yang harus saya keluarkan lagi mencapai Rp.70 juta,”sebut pria yang akrab disapa Ama Reno ini.

Dia berharap, pemerintah memperhatikan nasib para petani bawang dengan mengendalikan harga dan mengintervensi lewat kebijakan. “Petani tidak butuh janji, tapi petani butuh bukti ril dari Pemerintah,”harapnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *