Kondisi Basecamp Petugas Pemadam Kebakaran Memprihatinkan

Kota Bima, Kahaba.- Saat kebakaran terjadi, petugas pemadam merupakan ujung tombak untuk menyelamatkan nyawa manusia. Namun jika kinerja mereka tidak diimbangi dengan sarana dan prasarana yang layak, tentu ini sangat miris.

Nampak petugas pemadam kebakaran saat tidur di basecamp. Foto: Eric

Pantauan media ini, Basecamp yang berada di belakang kantor Sat Pol PP dan Damkar Kota Bima itu ukurannya 5×8 meter. Keadannya harus menampung 25 petugas setempat. Belum lagi kasur yang sudah rusak berat dan telah mengeluarkan busa dan kawat. Ditambah lagi dengan tabung semprot gas yang selalu kosong dan tidak pernah terisi.

“Kami bekerja 24 jam standby di kantor, menunggu panggilan warga yang membutuhkan pertolongan saat kebakaran terjadi,” ujar anggota pemadam kebakaran HA kepada Kahaba.net,  Selasa (18/9).

Bahkan, pria yang meminta agar namanya diinisialkan itu mengaku sedih. Dengan kerja maksimal dan kadang menerima cemoohan masyarakat bila datang terlambat di lokasi kebakaran. Tapi tidak berbanding lurus dengan kondisi basecamp yang sangat tidak layak.

Karena, kebanyakan tim pemadam hanya tidur di luar kamar. Karena di dalam terdapat banyak binatang melata seperti nyamuk, tikus maupun kecoak, ditambah lagi aroma Basecamp yang menyegat.

“Sudah 2 tahun lebih kondisi Basecamp seperti ini, tapi sampai saat ini tidak ada perubahan dan tak ada perhatian,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pol PP Kaharuddin didampingi Sekretaris Syarif Rustaman mengakui, pembangunan basecamp itu setiap tahun diusulkan. Tapi tidak pernah berhasil terealisasi.

“Kami selalu mengajukan Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) setiap tahun. Anggaran pembangunan Basecamp sekitar Rp 400 juta, tapi tidak pernah disetujui,” ungkapnya.

Maka dari itu, pihaknya tetap mengupayakan dana pembangunan Basecamp, agar tim pemadam bisa nyaman dalam beraktifitas dan dapat menunjang kinerja di lapangan.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *