Dikbupora Sosialiasi PIP, Bupati Bima Harap Tak Ada Lagi Siswa Putus Sekolah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima menggelar sosialisasi dan fasilitasi Program Indonesia Pintar (PIP) Tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Bima, di gedung Kurnia Kecamatan Bolo, Kamis (20/9).

Sosialisasi Program Indonesia Pintar Tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Bima. Foto: Yadien

Kegiatan yang dibuka Bupati Bima tersebut dihadiri oleh seluruh Kepala Sekolah dan siswa penerima Kartu Indinesia Pintar (KIP) serta UPTD Dikbudpora se-Kabupaten Bima.

Bupati Bima Hj Indah Damayanti Putri dalam sambutanya mengatakan, PIP merupakan salah satu program unggulan Presiden RI yang bertujuan untuk meningkatkan pemerataan layanan pendidikan bagi seluruh penduduk usia sekolah.

“Dari program ini diharapkan siswa putus sekolah karena masalah ekonomi berkurang bahkan ditiadakan,” ujarnya.

Kata Bupati, anak usia sekolah diharapkan bisa mengenyam pendidikan minimal pendidikan 12 tahun, yakni SD dan SMP dan SMA. Program yang diluncurkan oleh presiden pada akhir 2014 tersebut juga untuk menarik siswa putus sekolah  agar kembali mendapatkan layanan pendidikan di sekolah atau Sanggar Kegiatan belajar (SKB) atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lembaga Kursus Pelatihan (LKP) serta satuan pendidikan nonformal lainnya dan Balai Latihan Kerja (BLK).

“Saya mengajak semua pihak agar saling bahu membahu dalam menyukseskan program pemerintah ini,” ajaknya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima H Mar’uf menginginkan dari Program Indonesia Pintar agar semua anak usia sekolah bisa mendapatkan pendidikan yang layak sampai satuan pendidikan menengah.

“Intmya semua anak wajib belajar 12 tahun,” katanya.

Ke depan, Kartu Indonesia Pintar tidak lagi dipegang oleh kepala sekolah masing–masing. Namun diberikan langsung kepada siswa dan siswi penerima manfaat, dengan cara mengirim langsung ke rekening maupun ATM siswa dan siswi melalui rekening BRI.

“Nanti bantuan PIP langsung bisa diambil oleh siswa lewat ATM. Sementara jumlah anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah untuk program tersebut sebesar Rp 11 Milia,” tambahnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *