Pintu Masuk di Samili Ditutup, Bupati Hadir di Woha

Kabupaten Bima, Kahaba.- Keadaan Desa Samili hingga pukul 20.00 WITA, dalam keadaan diblokir sengaja oleh warga se-tempat. Semua akses masuk ke jalan desa itu ditutup warga. Setiap orang yang masuk di Samili, diperiksa oleh warga  yang berjaga-jaga. Keadaan masyarakat di Samili maupun di Desa Kalampa masih siaga.

Korban perang antar desa di Kecamatan Woha yang terjadi, Rabu, 17 Oktober 2012, siang tadi. Foto: Humaini

Seorang warga Kecamatan Woha, Rd, yang dikonfirmasi kahaba menjelaskan bahwa situasi Desa Samili sudah diblokade warga. Para warga yang usia lanjut rata-rata sudah mengungsikan diri ke desa tetangga. “Para  orang tua di Samili sudah mengungsi di rumah sanak-saudaranya di Desa Naru, Tente maupun Desa Nisa,” uajrnya.

Sumber Kahaba yang meminta diinisialkan namanya itu berharap agar pertikaian ini segera dihentikan. Malam ini, semua komponen harus bisa duduk bersama dan menyelesaikan konflik antar desa yang telah mengorbankan nyawa tersebut. “Secara khusus kepada Bupati Bima maupun Gubernur NTB untuk bisa menenangkan masyarakat beberapa desa yang bertikai di Kecamatan Woha tersebut,” ujarnya.

Ia pun mengaku, melihat Bupati Bima, H. Ferry Zulkarnain, ST sudah hadir di Woha dengan mengendarai motor trail miliknya, Rabu, 17 Oktober 2012, siang tadi,  sekitar pukul 15.00 WITA. Ia pun berharap, semoga saja, beliau (Bupati, red) mampu mendinginkan hawa nafsu dari kedua blok yang bertikai itu.

Rd menambahkan, dirinya menduga setelah penguburan korban (Sukarman alias Karma) yang meninggal dari Desa Samili, Kamis besok, akan ada konsolidasi massa dan aksi balasan dari Warga Samili dan Kalampa, sebagaimana yang terjadi saat pembakaran pemukiman warga Godo beberapa waktu lalu. “Semoga saja malam ini ada jawaban  damai, agar konflik tak berlanjut lagi,” harapnya. [BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *