SMKN 9 Bima Tambah 4 Jurusan Baru, Salah Satunya Tehnik Instalasi Listrik

Kabupaten Bima, Kahaba.- Mengikuti perkembangan zaman dan ingin berkontribusi untuk mencetak generasi muda yang kompeten dan siap bekerja, SMKN 9 Bima menambah 4 jurusan baru. 4 jurusan tersebut yaitu Tehnik Kendaraan Ringan, Tehnik Pengelasan, Multimedia, dan Tehnik Instalasi Listrik.

Kepala SMKN 9 Bima Muhammad Ikbal. Foto: Yadien

Kepala SMKN 9 Bima Muhammad Ikbal mengatakan, penambahan 4 jurusan tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan survei dan observasi kebutuhan masyarakat terhadap tenaga tehnik 4 jurusan itu.

“Masyarakat membutuhkannya, karena tenaga ahli jurusan tersebut masih kurang,” ujarnya, kemarin.

Harus diakui kata dia, dari tahun ke tahun kebutuhan masyarakat terhadap tenaga-tenaga ahli yang terampil semakin besar. Sementara populasi tenaga ahlinya yang masih sangat kurang. Misalnya, jurusan tehnik kendaraan ringan yang akan menangani masalah mobil dan motor yang masih terbilang ringan.

“Ada di bengkel-bengkel tapi kebanyakan bukan dari sekolah terampil khusus, tapi belajar otodidak,” katanya.

Demikian juga dengan jurusan teknik pengelasan, tehnik multimedia, dan instalasi listrik yang masih sangat kurang. Padahal keterampilan-keterampilan tersebut sangat dibutuhkan karena menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Bayangkan tenaga teknik instalasi listrik yang sangat kurang. Sekarang ini masih dikerjakan oleh orang-orang yang belajar otodidak,” jelasnya.

Ia membeberkan, 4 jurusan baru tersebut sudah mulai berjalan sejak semester awal tahun 2018 ini. Dan untuk menunjang kegiatan dan pembelajaran, pihaknya sudah memiliki Ruangan Praktek Siswa (RPS).

“Sementara untuk peralatan lengkapnya masih kami ajukan bantuan,” bebernya.

Diungkapkanya, ada beberapa kendala yang dihadapi dalam memajukan sekolah setempat. Di antaranya yaitu minimnya guru-guru tenaga tehnik.

“Kami hanya punya 3 orang tenaga tehnik multimedia,” ungkapnya.

Karenanya, ia berharap agar pemerintah melalui dinas terkait agar bisa mendistribusikan guru-guru tenaga teknik untuk mengambdi di sekolah setempat.

“Kalau yang sukarela memang sudah ada, tapi namanya juga sukarela kita tidak bisa memaksanya agar bekerja dengan sangat maksimal,” tambahnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *