32 Tahun Tak Bersama, Nazamuddin Bikin Reuni SMP 3 Angkatan 86

Kota Bima, Kahaba.- Suasana bahagia menyelimuti pertemuan para alumni SMP 3 Bima tahun 1986 di Pantai Bonto Kelurahan Kolo, Minggu Pagi (23/9). Sejak tiba di lokasi, ungkapan rasa gembira bercampur bahagia diluapkan dengan saling berpelukan dan bercengkrama.

Nazamuddin (Tengah Baju Merah) saat bersama teman – teman alumni. Foto: Bin

Mereka sekarang tidak muda lagi. Usinya mungkin sudah ada yang lebih dari setengah abad. Kehadiran mereka pun tak sendiri, beberapa orang membawa anak yang sudah beranjak remaja. Namun, soal usia tak mempengaruhi hiruk pikuk kebersamaan dan bahagia di pinggir pantai tersebut.

Semakin lengkap rasanya saat pertemuan itu diiringi dentuman musik dangdut dari orgen tunggal. Disela – sela cerita tentang masa – masa belia dulu yang mengalir penuh semangat, beberapa diantaranya menyumbangkan lagu. Mereka bergembira dan berjoget bersama, larut dengan suasana keakraban setelah 32 tahun lamanya tak pernah bersama seperti ini.

Yap, pertemuan penuh kemesraan dan rasa bahagia itu diinisiasi oleh Nazamuddin. Pria asal Kelurahan Kodo yang saat ini menjadi Anggota DPRD Kota Bima. Duta PKPI itu memang salah satu wakil rakyat yang dekat dengan konstituen. Terlebih dengan sahabat – sahabatnya sesama menimba ilmu di bangu sekolah dulu.

Pada kesempatan menyampaikan sambutan, Nazamuddin mengaku tak bisa digambarkan lagi rasa haru dan bahagianya saat bertemu kembali dengan para sahabatnya tersebut. Momen kebersamaan dalam satu acara ini pun menjadi yang pertama kali dilaksanakan. Ia berharap, suasana seperti ini bisa terus digelar secara rutin.

“Bayangkan 32 tahun tidak bertemu dan bersama seperti ini. Saya sangat merasa bahagia. Melihat kebersamaan ini, saya justru ingin melaksanakannya setiap bulan bertemu dan silahturahmi, untuk mengikat persaudaraan ini,” katanya.

Ia berharap, pertemuan semacam ini juga menjadi momen untuk bertemunya semua keluarga alumni SMP 3 Bima tahun 1986. Pada kesempatan silahturahim berikutnya, Nazamuddin ingin semuanya bisa membawa serta suami istri dan anak – anak. Agar bisa saling mengenal.

Foto bersama alumni SMP 3 Kota Bima angkatan 1986. Foto: Bin

“Karena saya rasa hubungan emosional itu lebih pada kekerabatan dan persahabatan,” ucapnya.

Siapapun nanti yang menakhodai grup atau kepanitiaan untuk acara berikut. Dirinya ingin jika yang belum berkesempatan hadir bisa meluangkan waktu untuk hadir. Jangan pedulikan soal status sosial, karena itu sudah menjadi garis tangan.

“Hari ini kita tanggalkan semua status, kita bahagia dengan pertemuan ini. Kedepannya pun harus begitu. Bila perlu kita buat dengan lebih meriah dan mengundang para mantan guru yang pernah berjasa untuk kita semua,” inginnya.

Menurut dia, pertemuan awal ini menjadi awal yang sangat baik. Ia pun merasa sangat yakin, jika kebersamaan dari awal ini bisa menjadi embrio untuk kesukseskan acara dan pertemuan berikutnya.

Di tempat yang sama, salah seorang alumni Hamid menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada Nazamuddin. Karena sudah memulai kegiatan yang membuat juga merasa terharu dan bahagia.

“Ini luar biasa. Terimakasih Pak Nazamuddin,” ucapnya.

Menutup kalimatnya, Hamid memberi umpama. Jika pertemanan itu itu seperti air putih. Karena tanpa air putih, maka semua orang tidak akan hidup di dunia.

“Kebersamaan ini harus tetap dijaga. Jangan sampai silahturahim seperti kebahagiaan ini terputus,” harapnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *