STIE Expo, Mahasiswa KKN Olah Produk Lokal Bernilai Ekonomis

Kota Bima, Kahaba.- STIE Expo menjadi ruang mahasiswa KKN untuk mengeksplor kemampuan berwirusaha. Beragam produk lokal pun harus mampu diolah, agar bisa bernilai ekonomis dan layak dijual. (Baca. STIE Expo 2018 Dibuka, Firdaus: Ini Andil Nyata Mahasiswa STIE Bima untuk Kemajuan Ekonomi Daerah)

Mahasiswa KKN STIE Kelompok 1 menunjukan produk Kopi Kawae. Foto: Bin

Kegiatan yang digelar ke-11 kalinya itu memang menjadi wadah mahasiswa setempat untuk sungguh – sungguh mengaplikasikan teori yang didapat di bangku kuliah. Beberapa bulan di lokasi KKN, mereka harus melakukan penelitian dan memetakan produk lokal apa yang harus didorong agar layak dipasarkan. (Baca. Wakil Walikota Bima: Expo STIE Kontribusi Nyata Untuk Daerah)

Dan sepertinya, kesungguhan mahasiswa KKN STIE tahun 2018 menunjukan hasil. Pasalnya, tidak sedikit produk lokal di lokasi KKN yang diolah, kemudian ditampilkan pada masyarakat pada masing – masing stand.

Seperti pada kelompok 1 yang lokasi KKN nya di Dusun Kawae Desa Maria Utara Kecamatan Wawo. Para mahasiswa tersebut fokus untuk membuat Kopi Kawae dengan varian rasa. Stand mereka pun ramai dikunjungi, bahkan beberapa pengunjung mencicipi dan membeli kopi racikan mahasiswa tersebut, dengan harga yang relatif murah. (Baca. STIE Gelar Jalan Pagi dan Senam Sehat, Hasil Penjualan Kupon Untuk Korban Bencana)

Perwakilan kelompok 1, Imam Hasan dan Anhar Ariansyah menjelaskan, selama berada di lokasi KKN, mereka melakukan penelitian mulai pemetikan, penggilingan, penggorengan. Kemudian, hasilnya ditetapkan sebanyak 4 varian rasa. Mulai dari rasa mix ketan, mix jaghe, mix kelapa dan original.

“4 varian rasa tersebut kita jual di sini, di STIE Expo. Laku mas, banyak yang laku, banyak yang suka,” katanya.

Menurut Imam, di Dusun Kawae, kopi merupakan mata pencaharian kedua warga setelah Jagung. Jika musim jagung usai, maka warga akan fokus untuk menegurus dan mengolah kopi dan mengolahnya. Cara menanam bibit kopi dari Tambora itu pun unik. Karena harus ditanam di bawah Pohon Kemiri. Sebab, daun Kemiri yang jatuh akan menjadi jadi pupuk alami.

“Kopi Kawae ini rasanya kopi banget, pahit, aromanya juga sudah diseduh juga beda. Aroma dan pahitnya ini yang bikin nagih,” ucapnya menggambarkan jenis rasa kopi tersebut.

Imam berkeinginan, selepas STIE Expo ini. Ia bersama teman – temannya mau serius menekuni olahan Kopi Kawae. Bahkan, ingin buka kedai Kopi Kawae kecil – kecilan di kampus STIE Bima. Kedai itu menjadi tempat tongkrongan atau tempat ngopi mahasiswa dan dosen di waktu senggang.

Mahasiswa KKN STIE Bima kelompok 3 menunjukan produk yang dibuat di STIE Expo. Foto: Bin

Lain produk kelompok 1, lain juga olahan produk yang dipasarkan oleh Kelompok 3. Mahasiswa yang KKN di Kelurahan Ule Kecamatan Asakota itu fokus mengolah Manisan Mangga, Robusteak Menggo dan Qurma Jambu Mente (Qurmate)

Sebab, di kelurahan itu sangat banyak pohon mangga. Sementara kebiasan warga setempat menjual langsung, dan tidak pernah berpikir untuk mengolahnya menjadi produk yang bernilai ekonomis.

“Makanya kita bikin inovasi. Manisan Mangga kita sudah pernah bikin dan dijual di lingkungan Tolotongga Kelurahan Ule. Masyarakat suka dan banyak yang beli,” ungkap Ketua Kelompok 2, Alfian Mubarak.

Demikian juga di lokasi STIE Expo kata dia, Manisan Mangga menjadi produk andalan yang dipasarkan. Dari sekian banyak yang dibuat, semuanya ludes dibeli pengunjung.

Alfian mengungkapkan, sebelum mereka fokus membuat Manisan Mangga. Pernah digelar pelatihan langsung di Tolotongga. Saat itu, Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Koperindag hadir dan memberikan arahan. Bahkan, akan siap membantu jika mereka serius dan fokus untuk menjadikannya ladang bisnis.

“Kita juga maunya serius, makanya kita tes di STIE Expo dan disukai. Tentu ini akan kita kembangkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua STIE Bima Firdaus saat menyampaikan sambutan pembukaan kegiatan tahunan itu menjelaskan, STIE Expo ini merupakan wadah untuk mahasiswa mempromosikan produk unggulan yang dibuat di lokasi KKN. Karena tujuan utama KKN, di tengah – tengah masyarakat mahasiswa harus ambil peran dan bagian untuk mengembangkan ekonomi.

“Setelah berada di tengah – tengah masyarakat. STIE Expo ini menjadi andil nyata mahasiswa untuk bisa mengembangkan ekonomi di wilayah lokasi KKN, demi kemajuan ekonomi daerah,” paparnya.

Kata dia, STIE Expo ini juga menjadi ujian terakhir mahasiswa KKN untuk pengabdian masyarakat. Peran serta mahasiswa selama duduk dibangku kuliah diaplikasikan. Sebab, mahasiswa tidak hanya bisa berteori di kampus. Tapi harus bisa mempraktekan ilmu yang didapatkan untuk pengembangan dan kemajuan ekonomi di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.

“Kami percaya, dengan kemampuan mahasiswa yang sudah menyerap ilmu ekonomi di bangku kuliah dan bisa mempraktekannya di tengah – tengan masyarakat. Mahasiswa STIE akan menjadi penggerak roda perekonomian di daerah,” ucapnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *