Festival Seni dan Budaya di Bolo Berakhir, Pemerintah Diminta Lebih Peduli

Kabupaten Bima, Kahaba.- Setelah digelar mulai tanggal 26 September kemarin, Festival Seni dan Budaya Bima yang digelar Forum Komunikasi Mahasiswa Sila (Formasi) Mataram di Paruga Nae Bolo berakhir kemarin.

Pembagian hadiah dan trofi peserta Lomba Tari yang diwakili oleh pembinanya masing-masing. Foto: Yadien

Kegiatan penutupan tersebut dihadiri oleh Sekertaris Camat Bolo, salah seorang calon anggota DPRD Provinsi NTB Syamsuriansyah dan sejumlah sekolah SMP dan SMA yang menjadi peserta festival dan  ratusan masyarakat Kecamatan Bolo.

Pada kesempatan tersebut, sekolah-sekolah yang menjadi juara diberbagai mata lomba diumumkan dan langsung diberikan hadiah dan trofi.

Ketua panitia pelaksana Festival Seni dan Budaya Bima Julkifli Bagus Saptarangga menyampaikan  apresiasi dan terimakasih yang tidak terhingga, kepada semua masyarakat dan peserta yang sudah terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Spesial kepada panitia pelaksana dan Formasi Mataram yang sangat kompak sehingga ini bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Ia mengakui, meskipun kegiatan tersebut mendapatkan dukungan pemerintah yang minim. Dirinya tetap berharap kepada panitia dan Formasi Mataram untuk menjaga semangat dan berkarya lebih banyak lagi kedepan.

“Ada atau tidaknya dukungan, kita tetap harus gelorakan semangat melestarikan budaya,” katanya.

Ia berharap, kedepan pemerintah terbuka dengan kegiatan-kegiatan budaya. Pasalnya salah satu kekayaan dan bukti daerah yang besar adalah kayanya akan budaya dan manpu menjaga serta melestarikan.

“Tolong lebih peduli dan didukung, meskipun tidak berupa anggaran, ya dukungan moral pun tidak apa-apa,” harapnya.

Dia mengimbau agar semua peserta yang telah mengikuti festival tersebut bisa menerima keputusan dewan juri. Juara atau tidak, bukan hal sangat penting dalam kegiatan seperti itu. Namun semangat bersama melestarikan budaya itu yang utama.

Sementara itu, Sekertaris Camat Bolo Abas Abubakar mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi para pemuda yang telah gigih membangun kegiatan, untuk terus melestarikan budaya. Kegiatan tersebut tidak hanya sebagai upaya pelestarian budaya, tapi juga menjadi cara untuk menanamkan dan mengenalkan kebudayaan kepada generasi muda dan para siswa.

“Ini kegiatan positif, dan luar biasa sekali kepada anak-anak yang telah menyelenggarakan ini,” ujarnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *