Kurangi Resiko Bencana, BPBD Sosialiasi PRB Sekolah Sungai

Kota Bima, Kahaba.- Untuk mengurangi resiko bencana seperti banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima menggelar sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana (PRB) sekolah sungai, di aula dinas setempat, Rabu (3/9).

Sosialisasi PRB Sekolah Sungai oleh BPBD Kota Bima. Foto: Eric

Kegiatan dimaksud diikuti 50 peserta dari TSBK, FTSB, OPD terkait, Lurah dan organisasi lain yang bergerak dalam bidang lingkungan.

Kepala BPBD Kota Bima H Sarafuddin dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan sekolah sungai merupakan gerakan PRB yang terpadu dan terarah dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menghadapi resiko bencana dan perubahan iklim yang semakin meningkat setiap tahun.

“Gerakan sekolah sungai ini dibangun dengan sistem dan program yang terencana, yakni membangun ketangguhan masyarakat, mulai dari tingkat daerah, provinsi hingga tingkat nasional. Sehingga akan terebentuk negara yang tangguh dan kuat kedepannya,” ujarnya.

Ia menuturkan, sekolah sungai bukan merupakan sekolah formal. Akan tetapi bersifat informal yang diwujudkan dalam aksi komunikasi dan koordinasi antara lingkup pemerintah, aparatur negara hingga masyarakat untuk terlibat nyata melalui gerakan restorasi sungai.

“Akan banyak kegiatan sosial kemasyarakatan di sekolah sungai, diantaranya aksi menanam pohon, membersihkan sungai, pengelolaan sampah, tekhnologi tepat guna serta informasi penting lainnya. Tentu hal ini dapat diwujudkan dengan melibatkan semua elemen, untuk mewujudkan daerah yang bersih dan asri,” katanya.

Sementara itu Plt Assisten III Setda Kota Bima H Azhari menjelaskan, sosialisasi ini sangat penting dilaksanakan secara rutin oleh pihak terkait. Agar kampanye sekolah sungai menjadi gerakan nasional, yang dapat diterjemahkan dalam tindakan kolektif melalui kegiatan kerjasama masyarakat.

“Melalui gerakan sekolah sungai, akan membentuk kesetiakawanan sosial dan gotong rotong. Sehingga dapat bersatu untuk menanggulangi resiko bencana secara bersama-sama,” tandasnya.

Azhari berharap, agar sosialisasi kedepan tercapai dengan baik dan dapat disosialisasikan kembali pada masyarakat. Para peserta yang hadir, dapat menyerap setiap pemaparan materi dari berbagai narasumber. Sehingga output berupa kesamaan pandangan dari semua peserta, bahwa sekolah sungai merupakan gerakan nyata dalam mengurangi risiko bencana.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Sandipanji

    Bapak.. maaf ngerti g tagani bencana… Maf nhh… Klo mau sosialisasi nhn di teliti dulu potensi2 bencana yg ada di kota.. setelah itu baru di buatkan mitigasix…. Selama ini kita blm ada Krn yg memimpin dinas ini orng2 bukan ilmux.. mhn di pelajari Lg sehingga tetap pada jalurx… Kadang2 orng g paham bencana bicara bencana akhirnya tiba akal tiba masa yg sering kita lakukan..

  2. Syahwan

    Suruh lah orng2 yg paham bencana.. bila perlu buat penelitian… Baru mereka yg sosialisasi.. bkn Krn honor kegiatan yg cari… Ilmu anda apa kan bisa tau seberapa kualitasnya sosialisasi dan manfaatnya.. ini mikir honor dan apa yg ada di dpa.. skrng mulailah merubah itu biar tetap sasarannya….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *