BRI Persulit Warga Miskin, Uang Penerima PKH di Bolo Tidak Mau Dicairkan

Kabupaten Bima, Kahaba.- BRI Unit Bolo enggan mencairkan dana PKH untuk 38 Kelompok Penerima Manfaat (PKM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Bolo. Akibatnya, warga miskin penerima manfaat PKH di Kecamatan Bolo kesulitan mendapatkan haknya.

Pendamping PKH Kecamatan Bolo Fuad. Foto: Yadien

Pendamping PKH Kecamatan Bolo Fuad mengatakan, pihaknya sudah berkali-kali mendatangi BRI dan meminta agar dana PKH untuk 38 PKM Kecamatan Bolo tersebut dicairkan dan diberikan kepada yang memiliki hak. Tapi BRI tetap tidak mau mencairkannya.

“Puluhan kali kami datang ke sana,” ujarnya kepada kahaba.net, Selasa (2/10).

Ia menjelaskan, dana PKH yang tidak dicairkan BRI Unit Bolo untuk 38 KPM merupakan anggaran tahap 1, tahap 2 dan tahap 3 tahun 2018. Sementara jumlah nomimal yang harus diterima yaitu Rp 500 ribu setiap tahapannya.

“Artinya kalau 3 tahap itu jumlahnya 1.500.000 per orang,” sebutnya.

Dari jumlah PKM tersebut, 20 orang ada di Bolo. Sementara sisanya ada yang sudah menjadi TKW dan ada yang sudah meninggal. Tapi meskin penerima manfaat sudah meninggal dan jadi TKW, tetap bisa diterima oleh anak atau keluarganya dengan syarat-syarat tertentu.

Tidak hanya di PKM di Kecamatan Bolo ia mengungkapkan, 5 kecamatan lain yaitu Kecamatan Madapangga, Soromandi, Donggo, Sanggar dan Tambora juga ada yang tidak dicairkan oleh BRI.

Terakhir, pihaknya mendatangi BRI Unit Bolo untuk meminta agar dana PKM tersebut dicairkan. Pihak BRI tetap menolak untuk mencairkan dan meminta agar pendamping PKH meminta surat rekomendasi Dinas Sosial Kabupaten Bima, agar dana tersebut bisa dicairkan.

Tapi setelah surat rekomendasi itupun dibawa oleh pendamping PKH, pihak BRI tetap enggan mencairkan dan menyarnkan agar pendamping PKH langsung ke BRI Cabang Bima.

“Ini kenapa hak warga miskin dipersulit oleh bank,” sorotnya dengan nada keheranan.

Ia berharap, BRI segera mencairkan dan memberikan buku tabungan dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) untuk 38 PKM di Kecamatan Bolo, agar warga penerima manfaat PKH bisa mendapatkan haknya.

“Itu hak warga miskin. Kasihan, tolong dicairkan,” harapnya.

Sementara itu,  Kepala Bank BRI Unit Bolo Muhammad Zia yang dikonfirmasi, Rabu (3/10) di kantornya, enggan memberikan komentar.

“Silahkan ke BRI Cabang Bima langsung ya pak,” sarannya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *