Warga Penaraga Rasakan Manfaat Program Kotaku, Lingkungan Kumuh Berkurang

Kota Bima, Kahaba.- Kelurahan Penaraga merupakan salah satu Kelurahan di Kota Bima yang mendapatkan kucuran anggaran Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Saat ini, warga setempat sedang disibukan dengan menata infrastruktur, agar bisa mengurangi kekumuhan lingkungan.

Pekerjaan Kotaku di Kelurahan Penaraga. Foto: Bin

Keberadaan program dimaksud pun begitu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kelurahan Penaraga. Warga juga bisa ambil bagian dan berpartisipasi aktif melalui KSM dan BKM dan secara mandiri mengelola pekerjaan fisik tersebut.

Program kotaku sendiri merupakan upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia dan mendukung Gerakan 100-0-100, yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

Arah kebijakan pembangunan Direktorat Jenderal Cipta Karya adalah membangun sistem, memfasilitasi pemerintah daerah, dan memfasilitasi komunitas (berbasis komunitas). Program Kotaku akan menangani kumuh dengan membangun platform kolaborasi melalui peningkatan peran pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat.

Warga Kelurahan Penaraga Syarifudin mengaku begitu merasakan manfaat program dimaksud. Saat ini saja, warga aktif bekerja di masing – masing lingkungan untuk membuat drainase dan rabat gang

“Program Kotaku membantu atasi masalah kekurangan infrastruktur di Penaraga dan bisa atasi kekumuhan di pemukiman kami,” ujarnya, Rabu sore (3/10).

Sekarang kata dia, sedang dikerjakan pembuatan drainase di gang belakang Masjid Penaraga RT 08 dan 09 RW 03. Dengan dibangunnya drainase, membantu warga dari masalah pembuangan air rumah tangga dan hujan yang selama ini tak ada solusinya.

Dengan adanya drainase tersebut, setidaknya kedepan tak ada lagi air dari limbah rumah tangga dan hujan tergenang di halaman dan jalan lingkungan. Sebab, selama ini warga sangat terganggu dengan kondisi becek dan bau yang tak sedap.

Untuk itu, ia berharap kedepan seperti ini bisa terus dikucurkan di Kelurahan Penaraga. Karena masyarakat pasti ingin semua lingkungan tertata dengan baik. Drainase bisa lancar dan sejumlah infrastruktur untuk fasilitas umum bisa terlihat semakin membaik.

“Ya harapan terbesar juga, kalau program seperti ini masuk ke kelurahan kami. Warga juga tidak ada yang menganggur,” ucapnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *