DPT Desa Timu Diumumkan, 2.635 Warga Akan Memilih Pada Pilkades 

Kabupaten Bima, Kahaba.- Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Timu Kecamatan Bolo mengumumkan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Pengumuman tersebut berdasarkan SK Bupati Nomor 108.45/403/D6.16/20018 tentang tahapan kegiatan Pilkades serentak secara bergelombang di Kabupaten Bima Tahun 2018.

Sekretaris Panitia Pilkades Timu Silaturahman. Foto: Yadien

Sekretaris Panitia Pilkades Timu Silaturahman mengatakan, tahapan sesuai surat keputusan Bupati Bima sudah dilaksanakan. Setelah penetapan Daftar Pemilih Sementara (PDS) ke Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kamis (4/10) kemarin, jumlah DPT desa setempat sebanyak 2.635 pemilih, dari 14 RT dari jumlah  5 dusun yang ada.

Ia merinci, jumlah DPT di Dusun I meliputi RT 1, 2 dan 14 sebanyak 496 pemilih. Dusun II di RT 3, 4, 5 dan 6 sebanyak 524 pemilih. Sedangkan Dusun III di RT 7, 8 dan 9 sebanyak 739 pemilih, untuk Dusun IV di RT 10 dan 11 sebanyak 501 pemilih. Terakhir Dusun V di RT 12 dan 13, jumlah pemilih 375.

“Total DPT Pilkades Timu pada Desember mendatang sebanyak 2.635 orang,” sebutnya, Sabtu (6/10).

Sebelumnya kata dia, jumlah pemilih yang dalam DPS sebanyak 2.600 pemilih. Jumlah tersebut selisih sedikit dari jumlah DPT yang menjadi 2.635 pemilih. Perubahan jumlah itu disebabkan banyaknya pemilih pemula yang sebelumnya belum cukup umur sebagai pemilih pada suksesi Pilgub, namun telah cukup usia untuk menjadi pemilih pada Pilkades mendatang.

Setelah tahapan pengumuman DPT sambung Silahturahman, pihaknya akan melakukan tahapan penyerahan Shoft Copy atau file foto calon Kepala Desa pada Minggu (7/10). Lalu dilanjutkan dengan tahapan lain seperti tanda tangan kontrak kerja dan penyerahan format kartu surat suara dan sebagainya.

“Masih ada beberapa tahapan yang haru dilakukan oleh panitia sampai pemilihan pada bulan Desember nanti,” katanya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *