Kondisi Terus Melemah, Dokter Sarankan Andini Pulang

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kondisi Andini (9), bocah asal Dusun Ujung Kalate Desa Nipa Kecamatan Ambalawi yang divonis menderita tumor, terus melemah. Sebulan terakhir dirawat secara intensif di Rumah Sakit Sanglah Denpasar Bali, Andini belum memungkinkan untuk dioperasi. (Baca. Andini, Putri Nelayan Terbaring Sakit Yang Luput Dari Perhatian)

Andini didampingi Ibu Rini dan Bibi Kurniati di RS Sanglah Denpasar Bali. Foto: Ist

Bocah malang itu pun disarankan untuk kembali ke Bima. Saran tersebut disampaikan oleh dokter setempat kepada kedua orangtua Andini, Rini dan Ramli. (Baca. Kepala PKM Ambalawi dan Kades Nipa Jenguk Andini, Rabu Dirujuk)

“Kami disarankan pulang sama dokter, karena kondisi Andini tidak dimungkinkan untuk di operasi mengangkat tumornya. Kondisi fisik dan psikologis Andini masih lemah,” ujar Rini, Senin (8/10). (Baca. ACT MRI Dampingi Andini yang Dirujuk ke Mataram)

Menurut Rini, mengutip kalimat dokter. Untuk memungkinkan Andini operasi, apabila kondisi fisik dan psikologisnya sudah baik dan stabil. Artinya perbaikan gizi dan pendampingan dari orang tua juga harus rutin, guna mengembalikan kondisinya. (Baca. Andini Divonis Idap Tumor, Begini Kondisinya Saat Ini)

“Andini harus ada perbaikan gizi, dokter juga menyarankan agar kami menyewa kos selama beberapa bulan di Bali. Tapi kondisi keuangan kami menipis. Sedangkan biaya kos sangat tinggi. Akhirnya diputuskan membawa pulang putri pertama kami kembali ke kampung halaman,” kata Rini.

Ia menambahkan, keputusan pulang ke Bima tersebut merupakan jalan keluar terakhir. Mengingat tidak adalagi opsi untuk tinggal lama dalam merawat Andini, dengan kondisi keuangan yang pas-pasan.

“Semoga saat kembali pulang ke Bima, kami coba memperbaiki gizi Andini, agar fisiknya bisa sehat dan memungkinkan untuk di operasi,” tandasnya.

Rini menambahkan, meskipun telah disarankan pulang. Rini dan Ramli masih terkendala kekuarangan biaya selama perjalanan. Sebab biaya ambulance serta biaya makan minum selama perjalanan masih kurang, sehingga masih membutuhkan bantuan pemerintah dan donatur.

“Semoga Pemerintah Kabupaten Bima melalui Bupati Bima Hj Indah Damayanti Putri mau membantu meringankan biaya kepulangan kami,” harapnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Putrabimo

    Berobat penyakit berat ke RS Sanglah dgn BPJS sama saja setor nyawa..kenapa ?? Krn penanganannya sangat lambat, utk mendiagnosa penyakit tsb harus melewati pemeriksaan laboraturium yg lama dimana utk hasil periksa lab salah satu sampel sj hrs menunggu berhari hari sehingga klo ada pemeriksaan lab lanjutan akan tambah lama lagi…belum lagi pasien itu seakan akan dijadikan obyek penelitian/pelajaran bagi mahasiswa kedokteran ditambah lagi dokter spesialis yg menangani pasien tsb gak ada ditempat alias dinas luar tambah lama lg….sy dah alami sendiri…anak saya sampai satu bulan dirawat belum dapat diagnosa pasti dari penyakitnya sehingga kondisinya terus melemah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *