BUMDes Kole Makin Eksis, Tapi Terkendala Pemasaran

Kabupaten Bima, Kahaba.- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kole Maju Bersama Desa Kole Kecamatan Ambalawi saat ini semakin eksis dengan dukungan anggaran dari pemerintah desa. Fokus usaha BUMDes untuk tahap awal ini membantu penguatan ekonomi kreatif masyarakat desa.

BUMDes Kole Maju Bersama Desa Kole Kecamatan Ambalawi. Foto: Ist

Ketua BUMDes Syarif Hidayat mengatakan, meskipun baru dibentuk di awal tahun 2018, namun perkembangan BUMDes Kole Maju Bersama dalam produksi kain tenun tradisional cukup baik.

Syarif menyebut, dari modal yang diberikan pemerintah desa tahap I sebesar Rp 50 juta, hingga saat ini BUMDes sudah mampu memproduksi 140 lembar sarung tenun atau sekitar 60 persen dari target.

“Yang sudah terjual sebanyak sudah mencapai 42 lembar dengan harga per lembar Rp 200 ribu,” ungkapnya, Rabu (10/10).

Hanya saja kata Syarif, capaian yang menggembirakan itu masih terbatas di tingkat lokal. Sejauh ini kendala utama yang dihadapi BUMDes yakni soal pemasaran produk unggulan.

“Kita masih kesulitan soal pemasaran produk sarung tenun tradisional. Saya berharap kepada semua pihak agar membantu mempromosikan tenun hasil produksi BUMDes Kole,” harapnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *