Camat Akan Bina Kades Nggembe Yang Arogan Terhadap Wartawan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Menanggapi sikap arogan yang ditunjukan Kepala Desa Nggembe saat dimintai komentar oleh pekerja media, Camat Bolo Mardianah berjanji akan memanggil dan memberikan pembinaan.

Camat Bolo Mardianah. Foto: Ist

Karena menurut Mardianah, sebagai pejabat publik, kepala desa semestinya bersikap dan memberikan komentar pada wartawan yang sedang bertugas meliput dan serangkaian wawancara. Pasalnya, semua pejabat publik diwajibkan untuk terbuka dalam melakukan pengelolaan anggaran dan pembanguna desa, sebagaimana yang sudah diatur dalam undang-undang keterbukaan inforamsi publik.

“Justru mereka harus berterimaksih karena akan dipublikasi hasil kerja baiknya. Dan harus diterima juga kalau ada kerja buruk yang ditulis wartawan,” katanya, kemarin.

Mardianah menjelaskan, kepala desa harus terbuka juga menyosialisasikan kepada masyarakat semua program maupun hasil kerja dan pembangunan desa, sebagai bentuk keterbukaan informasi publik. Mulai dari penyusunan perencanaan hingga laporan hasil kerja harus disosialisasikan.

“Kan ada asas keterbukaan dalam pengelolaan dan penggunaan dana desa itu,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya mengimbau kepada seluruh kepala desa di Kecamatan Bolo agar kooperatif dan terbuka untuk menyoalisasikan semua program maupun hasil kerja dan pembangunan yang ada di desa. Baik dilakukan berupa sosialisasi di spanduk dan baliho maupun di media-media pemberitaan.

“Wartawan itu mitra kerja, jangan dilihat sebagai musuh,” imbau Mardianah.

Sebelumnya, Kades Nggembe diduga merekayasa berita acara LKPJ tahun 2017, sehingga memuluskan pencairan dana desa tahun 2018. Namun saat dikonfirmasi media soal itu, Kades Nggembe justru tidak ingin berkomentar dan berkata biar dirinya sendiri yang akan mengurus desanya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *