Langganan Banjir, Warga Tolotonga Minta Dewan Perbaiki Drainase

Kota Bima, Kahaba.- Warga Lingkungan BTN Tolotongga Kelurahan Ule meminta dewan agar bisa memperbaiki drainase, agar setiap tahun tidak terus menikmati banjir kiriman dari wilayah lain. Sebab, drainase di lingkungan tersebut sempit, demikian juga untuk pembuangan akhir drainase.

Anggota DPRD Kota Bima Dapil Asakota saat reses di Lingkungan BTN Tolotongga Kelurahan Ule. Foto: Bin

Permintaan itu disampaikan warga setempat sat acara reses anggota DPRD Kota Bima Dapil I Kecamatan Asakota, Sabtu (13/10). Hadir saat acara 5 orang wakil rakyat itu masing – masing M Nor, Hj Anggriani, Khalid, H Sidra dan Jaidin. Kemudian Lurah Ule dan sejumlah tokoh masyarakat dan agama setempat.

Warga BTN Tolotongga Jufrin saat mengawali penyampaian aspirasi mengungkapkan, berkali-kali sejak Wakil Walikota sekarang Feri Sofiyan wakili Asakota menjadi anggota dewan, diusulkan pembuatan drainase ukuran besar dari jembatan Ule sampai tanjakan jembatan Asakota. Sebab hingga saat ini tidak ada  pembuangan akhir yang memadai.

“Hujan sedikit saja, pemukiman kami tergenang banjir kiriman,” ungkapnya.

Selain itu, Jufrin juga berharap beberapa jalan dan gang yang belum diaspal di Lingkungan BTN Tolotongga bisa diaspal seperti jalan di kelurahan lain yang hampir semuanya sudah diperhatikan oleh pemerintah.

“Terakhir dari saya, masalah narkoba juga mungkin menjadi perhatian agar anak – anak kita tidak terjerumus,” harapnya.

Di tempat yang sama, Ikbal juga mengungkapkan hal yang sama yakni persoalan banjir. Karena Lingkungan BTN Tolotongga selalu dapat kiriman banjir, maka perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah agar memperbaiki saluran air. Baik itu di di wilayah tetangga yang menjadi sumber banjir, maupun di lingkungannya.

“Permasalah sampah di tempat kami juga menjadi masalah yang klasik. Kita minta mobil sampah juga bisa rutin mengangkut sampah di Lingkungan BTN Tolotongga,” inginnya.

Suasana reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil Asakota di Lingkungan BTN Tolotongga Kelurahan Ule. Foto: Bin

Menjawab aspirasi warga tersebut, anggota DPRD Kota Bima M Nor lebih awal menjelaskan jika penjaringan aspirasi ini juga menjadi bagian penyusunan program pemerintah. Sebab, pemerintah tidak hanya Walikota dan Wakil Walikota Bima, dewan juga pemerintah yang memiliki tugas serupa eksekutif.

“Hasis reses ini akan dibahas dengan pemerintah eksekutif untuk disinkronkan dengan hasil musrenbang pemerintah. Nanti akan ada pokok pikiran dewan yang masuk, termasuk aspirasi saat reses ini,” jelasnya.

Soal drainase yang disampaikan warga, Nor mengaku jika itu sudah sering diperjuangkan tiap tahun. Hanya saja, tidak pernah berhasil.

“Kita juga heran, kenapa bagian drainase yang diminta ini tidak pernah lolos dalam program. Tahun depan, di era kepala daerah yang baru akan kami perjuangkan lagi agar lolos. Itu akan jadi utang kami,” janjinya.

Soal narkoba, menurut Nor tidak saja menjadi tanggungjawab pemerintah dan aparat. Tapi tanggungjawab bersama. Jika yang dikhawatirkan itu muncul, maka semua harus dimulai dari lingkungan keluarga.

Demikian juga masalah sampah sambung duta PAN itu, memang dari dulu menjadi masalah karena kekurangan armada. Jumlah kendaraan sampah saat ini hanya 19 unit, untuk menangani semua kelurahan.

“Insya Allah pada era kepala daerah yang baru ini, diupayakan tiap kelurahan akan ada truk sampah dan itu sudah dianggarkan,” tuturnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *