Pasca Bentrokan, Desa Dadibou Siaga

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pasca bentrokan, Kamis (18/10/2012) sore, kondisi perkampungan warga Desa Dadibou masih siaga. Penjagaan warga di beberapa titik dapat terlihatjelas. Sejumlah warga perempuan, anak-anak, dan juga manula malam ini sudah diungsikan ke desa lain untuk menjaga kemungkinan adanya konflik lanjutan di malam hari.

Jalan lintas Godo-Tente, pusat bentrokan antar desa di Kecamatan Woha, Kamis 18 Oktober 2012. Foto: Arief

Perang kampung yang terjadi antara waktu Ashar dan Magrib tadi telah mereda. Polisi sudah sepenuhnya menguasai daerah yang menjadi medan laga, tepat di perbatasan Desa Dadibou dan Desa Kalampa. Namun, raut muka ketegangan dan paras ‘dingin’ masih tergambar di wajah para penduduk desa.

Wartawan Kahaba yang ditempatkan di pertigaan Godo melaporkan, hingga pukul 20.00 WITA, konsentrasi massa bersenjata tajam masih melakukan penjagaan di jalan lintas Godo-Tente itu. Mereka memeriksa ketat setiap orang yang masuk untuk mencegah adanya penyusup ke desa mereka.

Masyarakat juga was-was setelah mendengar isu adanya penyerangan pihak lawan di malam hari ini. Adanya isu penyerangan balik malam ini antar dua kubu yang bertikai, dibantah Sumber Kahaba yang ada di Desa Dadibou dan Desa Samili.  Permainan isu ini sengaja dilempar dan dihembuskan oleh pihak yang tak bertanggung jawab. “Tidak benar kalau malam ini ada penyerangan baik dari Desa Samili maupun dari Desa Dadibou,” jelas Sumber Kahaba yang enggan dituangkan namanya dan mengabdi di Kantor Camat Woha itu.

Di Desa Dadibou, terlihat pula beberapa kali kendaraan roda empat hilir-mudik mengangkut warga perempuan, manula dan anak-anak yang diungsikan sementara ke desa-desa tetangga. Warga juga mendatangkan beberapa unit truk bak terbuka untuk digunakan mengangkut barang-barang perabotan rumah tangga milik mereka.

Sementara itu, akibat bentrokan sore tadi, berdasarkan pantauan Kahaba di RSUD Kabupaten Bima di Kecamatan Bolo, korban yang sempat dirawat adalah Ismail M. Saleh (46), warga Desa Dadibou yang terserempet peluru di bagian perut sebelah kiri namun sudah kembali dipulangkan. Korban lainnya adalah Firman (27), warga Desa Dadibou yang dilaporkan kena panah di pelipis kanan dan seorang pemuda, Jaharudin (28). [C*/BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. yuyun

    smoga masalah ini sepat teratasi, klau keadaanya bgini” trus kapan damainya, yg ada cmn sling dendam antara ke dua kubu desa, astagfirullahal’azimmmm

    ya Allah bri petunjuk mu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *