Bejat, Marbot Cabuli Anak Usia Dini di Teras Masjid

Kabupaten Bima, Kahaba.- Entah apa yang ada dibenak dan pikiran MS, marbot masjid Desa Panda. Pria tua ini dengan teganya mencabuli NH (11) warga desa setempat yang masih duduk di bangku kelas 6 SD, di teras masjid Nurul Hidayah, beberapa pekan lalu.

Ilustrasi

“Kejadiannya pada tanggal 20 Oktober 2018. Ayah korban, Syarifudin melaporkan tanggal 23 Oktober 2018,” ujar Kanit PPA Polres Bima, AIPDA Rahmi, Kamis (1/11).

Ia mengungkapkan, awalnya NH datang ke masjid Nurul Hidayah yang ada di desa setempat untuk belajar ngaji. MS merupakan guru ngaji yang sehari – hari mengajar anak – anak di desa tersebut. Tapi saat itu, nafsu bejatnya telah menguasia diri. Sehingga MS melancarkan aksinya dengan meraba-raba bagian-bagian sensitif tubuh korban.

“Warga yang melihat aksi pelaku akhirnya masuk ke dalam rumah dan mengintip. Warga merekam aksi pelaku dengan menggunakan Handphone,” ungkap Kanit.

Hanya saja waktu itu, warga yang mengintip tidak mendatangi pelaku yang saat itu melancarkan aksinya. Tapi hasil rekaman itu kini menjadi barang bukti untuk proses kasus dimaksud.

Diakui Rahmi, Setelah pelaku diintrogasi. Rupanya pelaku juga telah melakukan hal yang sama kepada 10 orang anak lai di desa setempat.

“Korban ternyata sudah 11 orang dengan ini, dan dia melakukannya di teras masjid semua,” terangnya.

Akibat perbuatanya tersebut, kini MS mendekam di tahanan Mako Polres Bima dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang Perlindugan Anak dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Dyon Malingi (Nurdi)

    Koreksi sedikit..
    Redaksi berita “marbot masjid desa panda”

    Yang benar marbot mesjid Nurul Hidayah dusun oi ni’u desa panda..

    Spaya masyrkat luas khusux masyrkat desa panda bsa membedkan mesjid tmpat marbot bertugas (TKP) dan tdak mempertnykan lokasi kejadian serta pelaku yg d duga melakukan aksi tsb.

    “Sya wrga desa panda”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *