Soal Buku Mulok, Bupati Bima Ngaku Masih Proses Tender

Kabupaten Bima, Kahaba.- Aksi demonstrasi Ikatan Mahasiwa Muhamadiyah (IMM) Cabang Bima di Kantor Bupati Bima tentang pengadaan buku Muatan Lokal (Mulok) tahun 2018, akhirnya diterima oleh Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri. (Baca. Sorot Pengadaan Buku Mulok, IMM Bima Demo Pemkab Bima)

Bupati Bima saat menerima aksi IMM Cabang Bima. Foto: Yadien

Melalui keterawakilan massa aksi, bupati yang didampingi Plt Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima H Ma’ruf menanggapi sorotan IMM Cabang Bima. lebih awal dirinya menyampaikan terimakasih kepada mahasiswa yang sudah memberikan saran dan kritik tentang pengadaan buku tersebut.

“Dunia pendidikan memang membutuhkan perhatian kita bersama,” ujarnya, Kamis (8/11).

Namun dirinya merasa heran, pasalnya pengadaan buku Mulok tahun 2018 sampai saat ini masih dalam proses tender. Lantas darimana mahasiswa tahu lebih dulu tahu mengenai buku-buku mulok tersebut.

“Kok adik-adik duluan tahu dari pada kami. Itu prosesnya masih tender, adik-adik tahu dari siapa,” tanya bupati.

Dirinya memohon kepada mahasiswa agar memberi kesempatan terlebih dahulu kepada Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima dan Panitia Pengadaan Buku, untuk menyelesaikan tugasnya dengan baik.

“Tetap kita kawal bersama. Tapi beri kesempatan mereka untuk mengerjakan tugasnya dulu,” inginnya.

Menurut dia, pengadaan buku Mulok selain tahun ini, juga akan dilaksanakan tahun 2019. Karenanya, jika pada tahun ini masih ada buku karya penulis lokal yang belum diakomodir, maka akan diakomodir tahun depan.

“Kita sudah tuangkan anggarannya. Itu semua dalam rangka mengakomodir karya penulis lokal,” jelasnya.

Bupati mengimbau kepada panitia pengadaan buku Mulok tahun 2018. Baik pihak tender maupun Dikbudpora untuk melakukan tugasnya dengan baik, agar anggaran tidak sia-sia dan bisa digunakan dengan baik.

Sementara itu, salah seorang massa aksi Sami’un mengaku masih merasa puas dengan tanggapan Bupati Bima. Pasalnya, pemaparan yang disampaikan bupati masih jauh berbeda dengan sejumlah data yang mereka pegang.

“Kami akan kembali hadir di Kantor Bupati Bima dalam waktu dekat untuk melakukan aksi yang lebih besar lagi,” katanya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *