Petang ini, Hanya ‘Aroma Ketegangan’ di Tiga Desa

Kabupaten Bima, Kahaba.- Keadaan sore ini di kubu dua desa yang berkonflik yaitu Desa Samili-Kalampa dengan Desa Dadibou, Kecamatan Woha, tak ada reaksi massa yang melahirkan konflik lanjutan. Hingga pukul 18.00 WITA, Jum’at 19 Oktober 2012, hanya ‘aroma ketegangan’ yang bisa dirasakan di tiga desa yang bertikai yaitu Desa Samili dan Desa Kalampa dengan Desa Dadibou.

Ilustrasi Konflik Desa Samili dan Kalampa dengan Desa Dadibou Kecamatan Woha. Foto: Sopyan, Fitua Institute

Dapat dipastikan tak ada konflik seperti kemarin yang terjadi sore hari ini. Terlihat ratusan anggota gabungan Brimob dan Polres Bima Kabupaten sudah diposkan di masing-masing desa. Sedangkan anggota TNI ada di Kantor Camat Woha.

Aparat disiagakan dan menghalau setiap warga yang hendak masuk ke arena persawahan, tempat biasa dari dua desa tersebut melangsungkan peperangan. Sempat ada ketegangan, namun dalam skala kecil saat menjelang azan magrib.

Siang usai sholat Jum’at tadi, ada himbauan dan permohonan langsung dari Wakil Gubernur NTB, Ir. H. Badrul Munir di mesjid Kalampa untuk meminta menghentikan konflik dan perang saudara di Kecamatan Woha ini.

Sejumlah petinggi Polri di NTB dipastikan turun ke medan konflik, demikian juga petinggi dan aparat TNI di Bima. Mereka di dampingi Pemerintah Kabupaten Bima dan terus berusaha melakukan pendekatan dan upaya rekonsiliasi diantara warga desa yang bertikai. [C*/BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *