Pemkot Bangun Komunikasi Antar Etnis

Kota Bima, Kahaba.- Banyak permasalahan masyarakat bahkan konflik yang terjadi belakangan ini akibat kurangnya komunikasi antar golongan dalam masyarakat. Kendati hal tersebut tidak ditemui di Kota Bima, namun dalam rangka menciptakan Kerukunan hidup bermasyarakat, Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan masyarakat, dan Politik (KesabanglinmasPol) Kota Bima, Senin (22/10/2012) pagi menggelar kegiatan rapat koordinasi dengan beberapa pengurus forum etnis di tingkat Kota Bima.

Kepala Kesbanglinmaspol Kota Bima, Drs. M. Nor Madjid,MH. Foto: Bin Kalman

Hadir dalam kegiatan tersebut, sejumlah pengurus dan tokoh yang mewakili beberapa etnis masyarakat di Kota Bima, diantaranya etnis Jawa, Tionghoa, Madura, Bugis, Flores, Batak, Aceh, Padang, Lombok, dan Sumbawa. Saat rapat dilangsungkan, mereka saling bertukar pikiran mengenai permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Bima.

Masing-masing pimpinan etnis tersebut juga diharapkan untuk dapat menjaga hubungan sosial dengan masyarakat di sekitarnya, tanpa memandang suku, agama. Hal ini dirasakan penting, mengingat dengan adanya saling menjaga keharmonisan hubungan, maka akan terjalin silaturrahim yang kuat antar unsur masyarakat.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan masyarakat, dan Politik (KesabanglinmasPol) Kota Bima, Drs. M. Nor Madjid, MH, mengungkapkan bahwa kegiatan semacam ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh instansinya. Sebelumnya, KesbanglinmasPol Kota Bima telah melakukan sebanyak dua kali kegiatan yang sama. “Pertemuan ini bertujuan untuk merangkai komunikasi rutin antar etnis masyarakat untuk membangun kerukunan hidup bermasyarakat dan menciptakan stabilitas daerah,” ungkapnya kepada Kahaba usai kegiatan.

Lanjut Nor, saat rapat etnis tersebut dilaksanakan, dirinya mengaku sangat bersyukur dengan dinamika masyarakat Kota Bima yang bisa menerima keberadaan etnis lain di tengah tengah masyarakat. Selama ini pun, menurutnya hubungan terjalin baik, saling menghargai, dan menghormati kendati berbeda agama dan budaya. “Para tokoh dari berbagai etnis itu mengaku keberadaan mereka telah cukup diterima oleh masyarakat Bima dan mereka bersyukur dengan kondisi sekarang,” ujarnya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *