Subhan dan 11 Warga Gagal Naik Haji

Kota Bima, Kahaba.- Sebanyak 11 orang warga Kota Bima dan seorang anggota DPRD Kota Bima, Subhan H. M. Nur, SH ternyata gagal naik haji tahun ini. Pasalnya, perusahaan penyelenggara, PT. Safarina, tempat mereka mengurus percepatan keberangkatan haji tahun ini, ketika dihubungi para calon jemaah haji ‘menghilang’. Informasinya, manajemen perwakilan travel tersebut yang berinisial Ar dan merupakan menantu dari salah satu pejabat di Bagian Kesra Setda Pemerintah Kota (Pemkot) Bima diduga tidak mau bertanggungjawab atas perihal ini.

Ilustrasi

Menurut salah satu korban, Amirudin, warga RT 09/RW 03 Lingkungan Kotabaru, Kelurahan Rabadompu Barat yang ditemui Kahaba mengaku jadwal keberangkatan sebenarnya pada tanggal 19 oktober 2012 lalu. Namun, datang informasi bahwa keberangkatan dibatalkan dengan alasan visa belum keluar. ”Kita kaget saat itu, padahal uang sudah disetor dan kami telah mendapatkan pembagian tas dan lainnya,” ujar Amir.

Amir yang juga salah satu PNS pada Badan Kesbanglinmaspol Kota Bima ini mengaku, uang yang disetor mencapai Rp 25 juta per orang. Ia bersama istri dan adiknya menyetor sebesar Rp 75 juta melalui salah satu bank di Kota Bima. Amir mengakui, sebelumnya, dirinya dan keluarga telah menyetor uang haji melalui bank untuk keberangkatan jahi melalui kuota pemerintah. Namun, karena ada salah satu perusahaan travel haji yang menawarkan dapat memperepat daftar tunggu tersebut, ia dan yang lainnya memilih menyetorkan uang ke PT. Safarina.

Menurut pernyataan perwakilan PT. Safarina yang saat itu menggelar pertemuan disalah satu pondok pesantren di Kota Bima, bahwa uang tambahan Rp 25 juta tersebut sebagai uang pelicin untuk mempercepatan proses daftar tunggu. ”Ya kita percaya saja, karena dia keluarga orang besar di Kota Biuma dan dia mengaku mampu mempercepatnya,” ujar Amir di kantornya, Senin (22 Oktober 2012) kemarin.

Jelas Amir, sampai saat ini yang bersangkutan dihubungi via telepon tidak pernah merespon dan tidak pernah mau menjawab SMS. Padahal, ketika dihubungi HP yang bersangkutan tetap aktif. Kekecewaan kita, kata Amir, kami sudah mendapatkan pembagian tas dan paspor dan bahkan sudah menggelar acara syukuran yang kemudian keberangkatan kami dibatalkan.

Senada dengan Amir, Anggota DPRD Kota Bima, Subhan H. M. Nur, SH yang dihubungi Kahaba mengakui pula dirinya tidak jadi berangkat naik haji di tahun ini. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *