Pangdam IX Udayana: Waspadai Isu Kamtibmas

Kabupaten Bima, Kahaba.- Rapat Koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Jajaran Pemerintah Kabupaten Bima dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD)  yang di helat Rabu (24/10/2012) di Paruga Na’E Kecamatan Woha turut dihadiri Panglima Daerah Militer (Pangdam) IX Udayana,  Mayor Jendral (Mayjen) TNI Wisnu Bawa Tanaya.

Panglima Daerah Militer (Pangdam) IX Udayana, Mayjen TNI Wisnu Bawa Tanaya. Foto: Bagian Humas Pemkab Bima

Pada Rakor yang dihadiri Bupati Bima H. Ferry Zulkarnain, ST, unsur FKPD, Kepala SKPD, Camat, Kepala UPT Dinas, Kades dan Sekdes se-Kabupaten Bima tersebut, Pangdam memaparkan, konflik kekerasan  merupakan kejadian yang sangat memilukan bagi kita semua, karena imbasnya telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta benda  beberapa waktu yang lalu.

Insiden kekerasan yang terjadi di kecamatan Woha beberapa waktu lalu terjadi begitu cepat dan di luar dugaan. Untuk itu Pangdam menghimbau seluruh masyarakat yang mengalami musibah agar lebih bersabar dalam menghadapi cobaan. Pangdam berharap, pemerintah daerah dan masyarakat dapat mengambil pelajaran dari kasus yang terjadi baik di Godo (Dadibou), Kalampa dan Samili maupun wilayah lainnya.

“Kejadian tersebut diharapkan menjadi bahan instrospeksi  jajaran pemerintah dan masyarakat akan pentingnya menjaga Kamtibmas di lingkungan kita masing–masing.  Suasana aman merupakan prasyarat penting dalam membangun wilayah masing-masing, jadi jangan percaya provokator yang menyebarkan  isu–isu karena dapat mengganggu situasi kondusif di tengah-tengah masyarakat,” himbau Jenderal berbintang dua ini.

Pangdam berharap untuk tetap terciptanya situasi kondusif. “Saya berharap kepada seluruh Camat, unsur Muspika dan masyarakat bersama–sama menjaga kamtibmas di wilayahnya,” ujarnya. [BQ*]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *