Geliat KSM, PPNI, dan Poltekes di Hari Sumpah Pemuda

Kota Bima, Kahaba.- Benteng seni dan budaya diharapkan mampu menjadi alat pertahanan bagi kaum muda atas dinamika permasalahan kepemudaan yang begitu kompleks. Penetrasi budaya asing dan pudarnya nilai nasionalisme yang merongrong sendi-sendi kehidupan kaum muda kembali diekspresikan di malam Sumpah Pemuda. Berbagai pergelaran seni dan pementasan budaya dirangkai dalam acara puncak Hari Sumpah Pemuda yang digelar oleh kepanitiaan bersama antara Komunitas Sarangge Mbojo (KSM), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), dan Politeknik Kesehatan Mataram di Museum Asi Mbojo, Minggu (28/10/2012) malam.

Pergelaran tari tradisional Bima dalam Malam Pentas Seni dan Budaya dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2012. Foto: Arief

Syahril Ramadhan, Ketua Panitia kegiatan mengungkapkan bahwa kegiatan yang berlangsung dari sore hingga mendekati tengah malam itu merupakan wujud kepedulian generasi muda Bima atas maraknya peredaran Narkoba yang mengancam masa depan pemuda sebagai tunas bangsa. “Dengan semangat hari sumpah pemuda, mari kita jadikan Kota Bima bebas narkoba,” demikian tema acara tersebut, terang Syahril.

Ia menambahkan, banyak bentuk dan cara dalam mengisi momen peringatan tonggak sejarah pemuda yang dideklarasikan sejak 84 tahun yang lalu. “Kembali memperjuangankan nilai nasionalisme dan kepedulian sosial tehadap problematika bangsa adalah esensi yang harus digali dalam momen sumpah pemuda tahun ini,” imbuhnya.

Perawat yang juga anggota PPNI ini melanjutkan, untuk memberikan gambaran kepada pemuda Kota Bima tentang dampak penyalahgunaan Narkoba, panitia menghelat Kegiatan Talkshow ‘Remaja dan Narkoba’ pada pukul 15.30 WITA. Dalam acara talkshow yang bertempat di Taman Ria itu, empat orang pembicara dari berbagai macam latar belakang keilmuan, masing-masing yaitu dr. M. Akbar, Dedi Wahyudin, S.Kep, Ita Masita, dan Quraisin, petugas dari Polres Bima Kota didaulat untuk memberikan informasi sesuai dengan tema kegiatan di hadapan para peserta yang berasal dari kalangan pelajar SLTP, SLTA, mahasiswa, dan perwakilan dari beberapa OKP di Kota Bima.

Lalu pada malam harinya, lanjut Syahril, pergelaran alat musik tradisional menggema di Lapangan Museum Asi Mbojo sebagai salah satu pengisi acara Malam Pentas Seni dan Budaya sekaligus malam puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda. “Selain tarian tradisional dari Sanggar tari Oi Masa, panitia juga menampilkan pertunjukan teater dan musik kreasi dari masing-masing unsur kepanitiaan dan sejumlah peserta undangan,” jelasnya.

Walikota Bima, H. Qurais H. Abidin, yang menyempatkan hadir dan menyampaikan sambutan dalam Malam Pentas Seni dan Budaya tersebut mengaku bangga dan mengapresiasi positif atas inisiatif dan kreativitas generasi Bima dalam memeriahkan Hari Sumpah Pemuda. Sependapat dengan panitia, Walikota percaya bahwa seni dan budaya merupakan salah satu aktivitas yang dapat menjauhkan para remaja dari Narkoba. Untuk itu, pemerintah melalui instansi-instansi terkait berkomitmen untuk sepenuhnya mendukung kegiatan-kegiatan kepemudaan di masa yang akan datang.

Lewat kesempatan itu pula, Qurais menitip pesan kepada seluruh pemuda Kota Bima untuk tetap menjaga persatuan dan persaudaraan. Jangan pernah mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya. “Belakangan ini Kota Bima dan NTB secara umum diresahkan oleh beredarnya SMS-SMS yang tak jelas, semoga para pemuda dan remaja di Kota Bima tercinta bisa arif dan cerdas menyikapinya,” harap Qurais. [BQ/BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *