Pasangan ‘Mesum’ Digrebek Warga di Mande

Kota Bima, Kahaba.- Sepasang kekasih saat ‘kumpul kebo’ di kos-kosan belakang kampus STKIP Bima, akhirnya digrebek warga lingkungan RT 05 Kelurahan Mande, Senin (29/10/2012) dini hari. Pelaku adalah Asifin (24) warga lingkungan Sabali Kelurahan Kumbe dan  Mawar (bukan nama sebenarnya) warga Desa Karijawa Kabupaten Dompu. Keduanya adalah mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Kelurahan Mande tersebut.

Pasangan ‘mesum’ yang digrebek warga Mande, Senin, 29 Oktober 2012 dini hari tadi. Foto: Abi

Sekitar pukul 01.00 WITA, keduanya ditemukan dalam kamar kos setelah di grebek warga. Ketua RT 05, Ruslan, S.Sos mengakui kedua pasangan ini dilaporkan warga terlihat masuk kamar dan tidak keluar-keluar. Dari laporan warga sebelumnya, pintu kamar kos mereka di ketuk dan mau dipanggil secara baik-baik kurang lebih selama satu jam. Namun, teguran itu tak didengarkan oleh mereka. “Akhirnya, warga mendobrak pintu kamar dan mengamankan keduanya ke rumah Saya. Saya sendiri yang memimpin pengrebekan itu,” ujar Ruslan.

Dari cerita Ruslan, mereka berdua terlihat berbelit-belit saat menjawab pertanyaan warga. Sederet alasan tugas kuliah, hanya sebatas teman, dan alasan ambigu lainnya dilontarkan oleh mereka. Keduanya mahasiswa di salah satu kampus swasta di bilangan kelurahan Mande. Pelaku Asifin sebelumnya telah menikah. Ia memiliki seorang anak dan istrinya saat ini sedang menjadi TKW di Saudi Arabia.

“Tindakan mereka sungguh tidak mencerminkan kalangan intelektual. Dan menciderai norma dan nilai agama yang ada. Penggrebekan ini pun sekaligus menjadi efek jera kepada pasangan muda-mudi lainnya, agar tidak mudah masuk dan berduaan dalam kamar hingga larut malam,” jelasnya.

Rencananya, lanjut Ruslan,  mereka nanti mau dinikahkan, setelah kedua orang tua mereka di panggil. “Namun, pelaku Mawar (21) masih enggan memberikan identitasnya secara jelas,” ungkap Ruslan di kediamannya, Senin, 29 Oktober 2012. [BK/BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *