Gun Gun Bantah Napi Keluar Rutan

Kota Bima, Kahaba.- Kasus dugaan keluarnya seorang Narapidana (Napi), Hare alias Haris, yang kemudian mengancam salah seorang warga, Markus, di Desa Ngali Kecamatan Belo beberapa waktu yang lalu, di bantah Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Raba Bima, Gun Gun Gunawan, SH.

Kepala Rumah Tahanan (Rutan), Gun Gun Gunawan, SH. Foto: suaramandiri.net

Saat ditemui di ruangangnya, Senin, 29 Oktober 2012, pagi tadi, Gun Gun membantah Napi atas nama Hare keluar dan melakukan pengancaman dengan pistol kepada salah seorang warga. Kata dia, Hare selama menjadi Napi hanya ditugaskan untuk membersihkan taman depan Rutan, setelah itu masuk kembali ke dalam Rutan.

Ia menambahkan, saat bekerja di depan halaman Rutan, Hare yang bekerja dengan Napi lainnya selalu diawasi dengan ketat.  Gun Gun menerangkan bahwa setiap Napi tidak diijinkan untuk keluar Rutan, kecuali ada urusan meninggal orang tua atau saudara kandung, ada juga Napi diizinkan untuk menghadiri hajatan nikah saudara kandung. “Itu pun hanya sehari dan harus ada surat dari Lurah atau Kepala Desa yang bersangkutan,” tandas Gun Gun.

Mengenai longgarnya pengawasan Rutan, Gun Gun menegaskan, apabila Hare atau Napi lainnya keluar Rutan  dan itu terbukti, maka  petugas Rutan yang memberikan ijin tersebut akan diberikan sanksi tegas.

Gun Gun mengakui bahwa semenjak dirinya memimpin di Rutan Bima, Ia telah meningkatkan pengawasan terhadap Narapidana yang berada di Rutan dengan baik, dan tak ada toleransi apapun untuk membiarkan seorang terpidana keluar masuk Rutan seenaknya, kecuali ada hal-hal yang diperbolehkan dalam aturan yang berlaku.

Lanjutnya, Hare juga pernah diisukan terlibat aksi curanmor sebanyak dua kali. Namun itu tidak terbukti. “Dan untuk dugaan pengancaman tersebut, Hare beberapa hari lalu sudah diperiksa oleh polisi di Rutan Bima. Hasilnya, berdasarkan pengakuan Hare, Dia tidak melakukan hal itu dan tidak pernah keluar dari Rutan Bima,” jelas Gun Gun kepada Kahaba di kantornya, Senin, 29 Oktober 2012. [BK/BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *