PDAM Macet, Warga Belo Ancam Demonstrasi

Bima, Kahaba.- Kehadiran mobil tangki Pemerintah Kabupaten Bima sedikit mengurangi dahaga dan hausnya warga desa Belo Kecamatan Palibelo akan air bersih. Macetnya distribusi air bersih oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bima–beberapa hari terakhir ini sangat dikeluhkan warga setempat.

Ilustrasi/List

Sekitar pukul 17.00 wita, Selasa (10/4), warga di tiga RT Desa setempat, nyaris saja ricuh lantaran masing-masing warga berebutan memegang selang dari mobil tangki milik Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bima. Untungnya, petugas yang membagikan air bisa menenangkan massa sehingga bentrokan dapat dihindari.

Jidu, warga Desa Belo mengaku sudah sepuluh hari terakhir kami tak bisa menikmati air bersih. Karena mesin sumur bor PDAM tak berfungsi dengan baik.

“Entah sampai kapan macetnya air PDAM itu! Pihak PDAM pun belum memberikan penjelasan—kapan air bersih kembali mengairi desa kami,” keluhnya.

Jidu menambahkan hingga saat ini warga sangat kesulitan mendapatkan air bersih untuk minum, mencuci bahkan untuk berwudhu. Sebagian masyarakat, menggunakan air sumur dan terpaksa membuat sumur bor masing-masing karena air PDAM kerap macet tiap bulannya.

“Tak hanya itu saja, air PDAM juga sering keruh. Kami mau berunjuk rasa ke kantor PDAM Woha jika air tak juga kembali mengairi desa Kami,” jelasnya. [BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *