Pelebaran Jalan Hingga Batas Kota, Bukan Untuk Apeksi

Kota Bima, Kahaba.- Proyek pelabaran jalan dan perbaikan jembatan mulai dari perbatasan Kota Bima sampai Pantai Lawata dan Amahami yang merubah pintu masuk di Kota Bima ternyata pekerjaaan tersebut bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Proyek pelebaran jalan arah Amahami hingga batas kota. Foto: Arief

Rumor dan anggapan masyarakat yang awalnya mengira bahwa  pelebaran jalan tersebut dalam menyambut acara Rakor APEKSI dibantah Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Drs. Is Fahmin.

Mantan Camat Mpunda itu menjelaskan, bahwa proyek pelebaran jalan di pinggir pantai lepas pintu masuk Kota Bima bersumber dari dana APBN bukan dari APBD. Proyek itu pun, terang Fahmin, bukan untuk menyambut kegiatan Rapat Kordinasi (Rakor) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Regional IV. “Proyek itu mengalir begitu saja, dan rencananya akan diselesaikan hingga akhir tahun 2012 ini,” ungkapnya, Selasa, 6 November 2012.

Ia manambahkan, proyek tersebut semata-mata untuk kelancaran arus lalu lintas saat memasuki Kota Bima. Dan tentunya, proyek tersebut tidak akan mengganggu kelancaran APEKSI tanggal 14-16 November nantinya.

Sedangkan untuk  taman yang ada di batas Kota, lanjut Fahmin, itu merupakan pekerjaan program seribu taman dan bersumber dari APBD. “Makanya pembangunannya lebih awal dari pada pembangunan jalan dan jembatan sekarang,” ujarnya.

Ia mengakui, sedikit terhambatnya pekerjaan pelebaran jalan yang ada di kawasan Jenamawa, depan PLN Lingkungan Niu Kelurahan Paruga, karena persoalan lahan. “Dan sekarang sudah di selesaikan dengan baik oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bima. Karena jika tidak di tuntaskan oleh Pemkot, maka dana APBN itu akan dialihkan ke tempat lain,” jelasnya.

Jadi, Fahmi mengakhiri, masyarakat jangan menganggap bahwa Pekerjaan pelabaran jalan di sekitar Amahami, Lawata hingga ke batas kota itu adalah pekerjaan untuk persiapan khusus menyambut acara Rakor Apeksi. [BK/BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *