Gunjun Pukuli Nenek Karena Lahan HKM

Kota Bima, Kahaba.- Sekretaris Gapoktan program Hutan Kemasyarakatan (HKM) Kelurahan Jatibaru, Gunjunma alian Gunjun memukul Mutia (65), warga RT 23 RW 08 Kelurahan Jatibaru, Rabu (7/11/2012) pagi ini, lantaran persoalan lahan program HKM.

Mutia (65), warga Kelurahan Jatibaru, korban penganiayaan yang terkapr di ruang SPK, Mapolres Bima Kota. Foto: Kanjen

Dari keterangan anak korban, Fitri, pelaku yang memukul Ibunya itu adalah Gunjun, Sekretaris Gapoktan program HKM Jatibaru dan juga tetangganya sendiri. Fitri menceritakan, sekitar pukul 8.50 WITA, Ibunya mendatangi rumah Gunjun untuk mempertanyakan lahan HKM di Ncai Kapenta yang telah digarap oleh keluarganya. Ternyata lahan itu telah dijual oleh pelaku kepada orang lain.

Lanjut Fitri, Ibu Saya dan keluarga sudah empat tahun menggarap lahan itu. Namun, lahan tersebut diklaim oleh Gunjun sebagai miliknya dan diduga dijual ke orang lain. “Karena Ibu ingin mengklarifikasi dan menanyakan kepastian lahan tersebut  kepada Gunjun, Ibu Saya malah dipukul di bagian pundak, dilempari dengan HP dan matanya ditunjuk pake jari oleh Gunjun,” terang Fitri kepada Kahaba, Rabu, 7 November 2012 di Mapolre Bima Kota.

Akhirnya, lanjut Fitri, Ibu saya pasrah karena tidak mampu melawan. Ia pun pingsan, kemudian di tolong orang sekitar baru kemudian di bawa ke rumah dan melaporkan penganiayaan ini ke polisi.

Dari pantauan Kahaba, Sang Nenek, Mutia, terlihat lemah dan terkapar di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolres Bima Kota. Wanita tua renta itu, tak menyangka kekerasan akan dirasakan dalam usia senjannya. Ia tak ingin banyak bercerita. Namun, harapannnya agar kasus ini dapat membuahkan keadilan baginya.

Kepala SPK Polres Bima Kota, IPDA Hanafi yang ditemui Kahaba membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kasus ini sedang di proses,” ujar Hanafi singkat. [BS/BM]

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *