Lurah Himbau Penambangan di Kumbe Dihentikan

Kota Bima, Kahaba.- Musibah yang dialami Jaharudin (45), Warga Kelurahan Kumbe yang meninggal dunia karena tertimbun batu, Kamis, 8 November 2012 pagi tadi, mengundang Lurah Kumbe, Hidayatullah menghimbau agar warga penambang menghentikan ekspolitasi tanah dan batu di Gunung Kumbe, tepatnya di So Teka Jati, Lingkungan Oi Mbo.

Ilustrasi. Gambar: Fotoantara.com

Kepada Kahaba, Dayat mengaku bahwa aktivitas penambangan ‘liar’ warga di So Teka Jati, kawasan kaki gunung pinggir jalan lintas Bima-Sape itu sangat berbahaya. Dirinya menghimbau agar aktivitas penambangan itu dihentikan karena sangat berbahaya dan mengancam nyawa warga serta dapat mengganggu aktivitas pengguna jalan.

”Saya harap masyarakat penambang dapat menghentikan aktivitasnya di gunung So Teka Jati. Ini demi kebaikan warga apalagi ada yang telah meninggal dunia,” ujarnya.

Ia pun mengaku bahwa tekstur tanah dan kemiringan lahan di kaki gunung tersebut berpotensi mengalami erosi dan longsor. Oleh karena itu, dirinya mengharapkan agar himbauan tersebut dapat diindahkan warga demi keselamatan mereka.

Untuk musibah yang dialami warganya tersebut (Jaharudin, red), Dayat mengaku sudah melaporkan ke Pemerintah Kota Bima untuk ditindaklanjuti. Sedangkan untuk aktivitas penambangan batu dan tanah di Kumbe, akan dicarikan solusi yang terbaik agar musibah tersebut tak terulang kembali. [BK/BM]

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *