Tiga Lembaga Kesehatan Kota Bima Sepakat Berantas TBC

Kota Bima, Kahaba.- Perang terhadap penyakit TBC di Kota Bima diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima, RSUD Bima dan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bima, Kamis (8/11/2012) kemarin.

Ilustrasi

Dalam MoU ditandatangani oleh Plt Kepala Dikes Kota Bima, dr. Agus Dwi Pitono, MARS, Direktur RSUD Bima, dr. H. Muhammad Ali, SpPD dan Direktur RS PKU Muhammadiyah Bima, dr. H. Tadjudin Amin itu, ketiga lembaga kesehatan di Kota Bima menyepakati untuk melakukan pemberantasan penyakit TBC secara terpadu.

Menurut dr. Agus Dwi Pitono, cara menangani penderita TBC tidak sama seperti penyakit lain, penanganan dilakukan secara khusus dan memiliki mekanisme yang sudah diatur. Penanganan TBC yang dilakukan bersama dengan tiga Instansi ini juga mengatur tentang distribusi obat, karena selama ini, dinilai tidak dilakukan dengan maksimal. “Tentu dengan MoU ini ada dampak positif dalam menanganani TBC. Juga menyangkut laporan penanganan dan distribusi obat yang sudah dilakukan secara massif atau tidak,” ujarnya.

Dirinya juga memberikan apresiasi kepada dua Rumah Sakit itu untuk membantu. Agar kerjasama bisa berjalan dengan baik, Agus mengajak untuk tidak memunculkan ego sektoral. Darimana pun dan siapa pun penderita TBC, harus segera mendapatkan penanganan. “Kerjasama yang baik ini semoga mampu memberikan hasil yang baik penderita penyakit TBC,” harapnya.

Direktur RS PKU Muhammadiyah Bima, dr. H. Tadjudin Amin, sangat berharap kerjasama dan koordinasi tersebut bisa lebih ditingkatkan. Jangan kesepahaman tersebut hanya tertuang dalam kertas saja, namun harus dioptimalkan, terlebih pada tingkat implementasinya di lapangan.

Sementara itu, Direktur RSUD Bima, dr. H. Muhammad Ali, SpPD, dia mengharapkan pelayanan ke depan bisa semakin baik. Kendati RSUD Bima di bawah tanggungjawab Pemerintah Kabupaten Bima, namun diharapkan bisa melayani siapapun pasien TBC yang datang berobat.

Kata dia, karena pasien TBC diperlakukan berbeda seperti pasien lain, maka menanganinya, perlu ada poli khusus. Apalagi untuk penderita yang baru dengan yang lama, maka sangat perlu penanganannya diatur. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *